Kamis, 02 April 2020

Pengajian Online: Rajin Beribadah Namun Terancam Masuk Neraka


Mushala at Taqwa Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondan Purbalingga. (Foto: Dok. Imam ES)
Pengajian rutin di mushala at Taqwa Padukuhan Merden, Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini, sudah berlangsung sejak bulan Oktober 2018. Berlangsung usai shalat Maghrib berjemaah sampai waktu shalat Isya.

Untuk sementara ini, materi kami sampaikan melalui grup Whatsaap. Meskipun sangat terbatas, karena sebagian besar jemaahnya adalah para orang tua. Maka materi ini kami kirim kepada ketua atau takmir sekaligus imam mushala setempat.

Hal ini terkait adanya musibah wabah Covid-19 di negeri kita. Sekaligus menindaklanjuti himbauan pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Agama RI, agar bekerja, belajar dan beribadah di rumah.
Sebagian jemaah pengajian rutin setaip malam Selasa di Mushala at Taqwa Desa Penaruban, Senin (5/11/2018) lalu. (Foto: Dok. Imam ES)
Berikut ringkasan isi atau materi pengajian yang kami sampaikan materi pengajian yang kami sampaikan pada hari Senin, 16 dan 23 Maret 2020 dengan tema “Rajin Beribadah Namun Terancam Masuk Neraka”.

A.   Firman Allah SWT dalam surat al Ghasyiyah ayat 3 dan 4.

(٣) عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ  
(3) bekerja keras lagi kepayahan,
Dahulu mereka berlelah-lelah dalam ibadah, namun mereka tidak mendapat pahala dari ibadah itu akibat kekafiran dan kesesatan mereka.

(٤) تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً   
(4) memasuki api yang sangat panas (neraka)
Suatu ketika Khalifah Umar bin khattab melewati suatu perkumpulan yang didalamnya ada seorang rahib, kemudian beliau berhenti dan berkata kepada rahib : "wahai rahib ini adalah pemimpin kaum muslimin" , tatkala Umar melihat kepada sang rahib diapun menangis, dan seseorang berkata kepadanya : wahai amirul mukmini dia adalah seorang nasrani, mengapa engkau menangis atasnya ?, kemudian beliau menjawab, ya saya tahu akan hal itu, akan tetapi saya merasa kasihan kepadanya tatkala aku mengingat firman Allah :
{ تَصْلَى نَارًاحَامِيَةً .عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ . } , aku kasihan dengan kedudukan dan kerja kerasnya yang akhirnya hanya menjerumuskannya kedalam neraka. Referensi: https://tafsirweb.com/12587-quran-surat-al-ghasyiyah-ayat-3.html dan http://www.ibnukatsironline.com/2015/10/tafsir-surat-al-ghasyiyah-ayat-1-7.html

B.   Hadist Rasululloh SAW

 Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, ia berkata: Dikatakan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya fulanah (seorang wanita) rajin mendirikan shalat malam, gemar puasa di siang hari, mengerjakan (kebaikan) dan bersedekah, tapi sering menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka.”

Termasuk orang-orang yang rajin melaksanakan ibadah shalat, namun.

1. Shalat Tapi Suka Berdusta
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. an-Nahl : 105)

2. Shalat Tapi Minum Minuman Keras
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa minum khamr, pasti Allah memberi minum kepadanya dari air panas neraka Jahannam”.(HR. Al Bazzar).

3. Shalat Tapi Percaya Dukun
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian ia membenarkan apa yang dikatakannya itu, maka sesungguhnya ia telah ingkar terhadap apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW” (HR. Abu Dawud, at Turmudhi dan Ibnu Majah)

4. Shalat Tapi Suka Bergunjing Keburukan Orang Lain
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Hujarat : 12).

5. Shalat Tapi Mengabaikan Anak Yatim
Orang-orang yang shalat tetapi mengabaikan anak yatim adalah termasuk dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama. Hal ini sudah jelas diterangkan dalam Al-Quran surat Al-Ma’un. (ies).

Demikian, materi pengajian singkat ini kami sampaikan dan semoga bermanfaat. Dan kita selalu berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar amal dan ibadah kita senantiasa menjadi amal yang diterima, aamiin.


Wallahu alam

#Pengajian Online
#Rajin Beribadah

Pengajian Online: Sabar dan Ikhtiar Pondasi Penting Hadapi Musibah

Mushala an Nuur di komplek MIM Penaruban. (Foto: Dok. Imam ES)
Materi ini, kami sampaikan sebagai bahan pengajian online pada Majelis Taklmi (MT) Iqro Dewasa mushala an Nuur Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (18,25/3/2020).

Pengajian rutin yang sudah berlangsung sejak bulan Juli 2019 ini, biasanya berlangsung usai shalat Maghrib berjemaah sampai waktu shalat Isya.

Hal ini terkait adanya musibah wabah Covid-19 di negeri kita. Sekaligus menindaklanjuti himbauan pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Agama RI, agar tidak berkumpul dan tinggal dirumah. Pengajian melalui media Whatsaap menjadi salah satu pilihan.

Pengajian perdana MT an Nuur di mushala an Nuur, Desa Penaruban untuk Iqro Dewasa, Rabu (10/7/2019) lalu (Foto: Dok.Imam ES
Berikut ringkasan isi atau materi pengajian yang kami sampaikan.

Untuk hari Rabu, 18 Maret 2020

Allah berfirman:

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiya/21:35)


Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

“(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”.

Pesan yang disampaikan adalah, umat Islam harus sabar & tabah menghadapi musibah, termasuk musibah merebaknya virus covid-19. Tetap menjaga iman dan taqwa kepada Allah, Jaga pola hidup sehat, banyak beristighfar, bertadarus, bersedekah. Dan selalu berdoa memohon kepada Allah, agar musibah virus Covid-19 segera berlalu.

Untuk Materi belajar Iqro dan tajwid, mendengar audio murotal MP3 melalui grup watshaap


Kemudian untuk materi pada hari Rabu, 25 Maret 2020 adalah tentang Hukum Shalat Sunah Tahyatul Masjid.

Shalat Tahiyatul Masjid adalah shalat sebanyak dua rakaat yang sunnah dilakukan saat seseorang masuk ke dalam masjid. Shalat ini dilakukan saat seseorang belum duduk di dalam masjid, sehingga apabila sudah duduk, maka kesunnahan shalat Tahiyatul Masjid sudah tidak berlaku lagi. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi:
” فإذا دخل أحدكم المسجد، فلا يجلس حتى يصلي ركعتين “
“Apabila salah satu dari kalian masuk masjid, maka jangan duduk hingga shalat dua rakaat”.

Adapun niat shalat tahiyatul masjid, sebenarnya sah saja jika dicukupkan dengan usholli, “aku berniat shalat”, sebagaimana shalat sunnah mutlak. Namun boleh juga semisal kita menyebutkan niat secara lengkap, seperti:
اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan tahiyyatal masjidi rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Ditegaskan oleh Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz I, h. 215:

وتحصل التحية بالفرض، أو بأي نفل آخر، لأن المقصود أن لا يبادر الإنسان الجلوس في المسجد بغير صلاة

“Pahala kesunnahan shalat tahiyatul masjid ini bisa dihasilkan dengan ia mengerjakan shalat fardhu atau shalat sunnah lainnya, karena tujuan utamanya ialah agar seseorang jangan tergesa-gesa duduk di dalam masjid tanpa ia melakukan shalat”. (ies)

     Wallahu alam

#Pengajian Online
#Sabar
#Ikhtiar

Materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin)

Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyerahkan buku Fondasi Keluarga Sakinah pada Catin (Foto: IES)   Materi Bimbing...