Minggu, 21 November 2021

Selamat Muswil Pokjaluh Jateng

 


Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Provinsi Jawa Tengah, akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) selama dua hari di Solo, Senin-selasa (29-30/11/2021).

Muswil Pokjaluh mengusing tema "Wujudkan Jateng Majeng yang Ramah Bagi Semua Menuju Indonesia Berakhlak".

Selamat bermuswil, semoga terus menebar manfaat dan kebaikan, aamiin. (IES)

Selasa, 22 Juni 2021

Berita Foto Pelatihan Jurnalsitik PAI Purbalingga

 

 Dari Kanan Imam ES, Angga, Sarwono dan Hikam Aziz di Wisma Asri Tien Catering Purbalingga,, Selasa 15 Juni 2021 lalu (Foto: Imam ES)

PURBALINGGA – Sebanyak 60 Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS se Kabupaten Purbalingga mengikuti Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021.

Diklat, bertujuan untuk meningkatkan peran PAI sebagai Informatif, Edukatif, Konsultatif dan advokatif di masyarakat.

Diklat Jurnalistik yang digelar oleh Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga, mengusung tema Bercengkrama Dengan Media digelar di Wisma Asri Tien Catering Purbalingga, Selasa (15/6/2021).

Berikut foto kegiatan tersebut.

Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021, Selasa 15 Juni 2021 lalu (Foto: Imam ES)

Peserta saat berparktik menulis srtikel dan berita diacara  Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021, Selasa 15 Juni 2021 lalu (Foto: Imam ES)

Peserta tampak sedang menulis srtikel atau berita dengan HP diacara  Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021, Selasa 15 Juni 2021 lalu (Foto: Imam ES)

Peserta tampak serius mendengarkan materi dari narasumber diacara  Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021, Selasa 15 Juni 2021 lalu (Foto: Imam ES)

Peserta tampak sedang membaca materi kejurnalistikan diacara  Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021, Selasa 15 Juni 2021 lalu (Foto: Imam ES)


Selama Ramadhan Santri TPQ Nurul Iman Tadarus Al Quran

 

Kelas Quran TPQ Nurul Iman Penaruban, 16/4/2021 lalu (Foto: Imam ES)

Penaruban - Kurang lebih 26 hari selama Ramadhan 1442 H, santri Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Nurul Iman Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah telah melaksanakan program tadarus Al Quran.

Dari dua puluh santri kelas Al Quran, satu santri masuk juz 26, empat santri masuk juz 20-22 dan separuh santri dapat menyelesaikan tadarus Al Quran di atas juz 10-18. Sementara sisanya masih bertahan di juz 2-4. 

santri berprestasi Kelas Al Quran dalam program khataman Al Quran di raih oleh Vely, siswa kelas 3 SD dengan juz 26.

Berikutnya, Dwi Laila dengan juz 22 siswa kelas 6 dan Lintang Siswa SMP Kelas 7. Dibawah keduanya, menyusul santri Senia dan Risma dengan juz 20.

Kelas Quran TPQ Nurul Iman Penaruban saat belajar membaca Al Quran pada Ramadhan, 16/4/2021 lalu (Foto: Imam ES) 
 

Kemudian Zahra dengan juz 18, Farih juz 17, Salwa juz 16 dan Hasna juz 12. Dan santri dengan prestasi dibawah juz 10 seperti, Syiva, Seli, Farel, Lala, fafa, Alif, Fatah, Noval dan Iqbal.

Hadiah dari donator, ahirnya diraih oleh Vely dengan mendapat hadiah berupa uang Rp 75 edisi khusus dan sebuah t-shert.

Kemudian Dwi Laila mendapat satu boks susu coklat bubuk plus uang lebaran, termasuk santri lainya juga mendapatkan hadiah uang baru untuk lebaran.

Anak-anak tampak senang dan gembira dengan hadiah tersebut. Seperti yang diaku oleh vely, Dwi Laila dan teman-temanya.

Kelas Quran TPQ Nurul Iman Penaruban saat belajar membaca Al Quran pada Ramadhan, 16/4/2021 lalu (Foto: Imam ES)

“Alhamdulilah dapat hadiah dan uangnya akan ditabung,” kata Vely saat ditemui di rumahnya karena sedang sakit.

Meski sedang sakit karena terserempet sepeda motor usai belajar TPQ, Vely di damping kedua orang tuanya tetap akan belajar dan meneruskan khatamanya hingga 30 juz.

Selain dua program di atas, sejak tahun 2017 TPQ Nurul Iman mengadakan Panggung Kreasi Seni Santri selama bulan Ramadhan.

BACAhttps://www.bekalbaik.com/2021/05/11/puasa-dan-khataman-al-quran-santri-tpq-dapat-hadiah-lebaran/

Namun karena adanya Pandemi Covid-19, maka tahun 2020 acara tersebut ditiadakan dan tahun 2021 diganti dengan program Santri Berprestasi, yakni belajar Puasa dan Khataman Al Quran.(*)




 

Sabtu, 24 April 2021

Di Acara Seserahan, PAI Ajak Pengantin Baru Jaga Makanan Halal

Imam Edi Siswanto, saat menyampaiakn kata sambutan di acara seserahan usai acara Ijab Qabul Ahad (14/3/2021) (Foto: Imam ES)

PURBALINGGA - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga, Jawa Tengah Imam Edi Siswanto (IES), mengajak pasangan pengantin baru untuk selalu menjaga diri dan keluarganya dengan selalu mengkonsumsi makan dan minum yang halal dan thoyib.

Ajakan ini, diselipkan disela-sela menyampaikan kata sambutan menerima pasrah pengantin laki-laki di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Ahad (14/3/2021) lalu.

Hal ini mungkin jarang disampaikan diwaktu acara seserahan. Namun menurut kami hal tersebut penting, meski tidak banyak yang disampaikan terkait bab halal. Karena pertimbangan waktu yang terbatas, namun soal makan dan minum adalah kebutuhan pokok setiap manusia.

Kepala KUA Kaligondang, Saroyo, SAg saat memimpin acara Ijab Qabul di Mushala al Furqon Desa Penaruban, Ahad (14/3/2021) (Foto: Imam ES)

Sadar dengan waktu yang singkat, maka hukum makan dan minum dalam Islam disampaikanya dengan singkat pula.  Sajian makan dan minum yang tersaji dalam hajatan, menjadi salah satu sarana untuk memberi penjelasan.

Intinya, selain pengantin diingatkan untuk meluruskan niat menikah karena Allah, proses mencari nafkah dan membelanjakanyapun harus halal. Karena rezeqi yang halal akan membawa keberkahan.

Dari rezeqi atau nafqah yang yang halal itu, Islam kembali mengingatkan dengan tegas kepada kita bahwa dalam membelanjakanpun harus halal. Selanjutnya, sampai pada konsumsi makanan dan minuman juga harus halal dan toyib.

 Allah berfirman dalam Surat ‘Abasa Ayat 24

فَلْيَنْظُرِالْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ 

Arti: Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

Kemudian dalam surat al Baqoroh ayat 168.

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya: Wahai manusia! Makanlah yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

"Untuk itu, kami mengajak kepada pengantin baru dan segenap tamu yang hadir untuk selalu berhati-hati dan menjaga diri dan keluarganya dengan tetap mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal" ucapnya.

Insyaallah sesuai firman Allah, bahwa kita harus menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari api neraka. Salah satunya adalah dengan selalu makan dan minum yang halal dan toyib.

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66 : 6)

Demikian ajakan singkat yang  sampaikan terkait bab halal dalam acara seserahan disebuah hajatan. Semoga kita selalu dalam limpahan rahmat Allah SWT dan selalu terhindar dari makan dan minuman yang diharamkan, aamiin.

Penulis: Imam Edi Siswanto
(PAI Bidang JPH Kankemenag Purbalingga)

Selasa, 30 Maret 2021

Ini Tujuan Ngaji Literasi Digital Bagi Takmir Masjid dan Mushala

Desain Grafis : Imam ES

PURBALINGGA - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, Jawa tengah Imam Edi Siswanto menggelar kegiatan kedua Ngaji Literasi Digital bagi para Takmir Masjid dan Mushala se Desa Penaruban. Hal tersebut sebagai upaya kesiapan, peningkatan dan pelayanan Takmir terhadap jemaah pada era digital.

Ngaji yang dikemas dengan latihan berliterasi digital tersebut bertujuan memberi gambaran dan pengetahuan tentang penggunaan perangkat elektronik utamanya Gadget atau Handphone berbasis Android untuk mencari, mengolah dan menyusun materi dakwah atau informasi agama dan sosial kemasyarakatan secara bijak dan bertanggung jawab.

Dari pelatihan ke dua yang digelar bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah Penaruban, Kecamatan Kaligondang di Masjid an Nuur komplek MIM Penaruban pada Rabu (30/3/2021) ini, para Takmir Masjid dan Mushala diharapkan bisa mengaplikasikannya dalam kegiatan dakwah dan informasi sosial kemasyarakatan. Dan secara kelembagaan Takmir siap menghadapi tantangan global di dunia maya.

Kemudian selain membangun kesadaran dan kecintaan untuk berliterasi secara digital, Takmir juga bisa mencari konten atau website resmi milik pemerintah maupun milik ormas besar seperti Muhammadiyah dan ortomnya. Dengan mengetahui cara mencarinya di internet pada konten resmi tersebut, takmir bisa memiliki rujukan secara digital, mudah dan bisa diakses kapanpun.

Bagi kalangan muda, hal tersebut mungkin tidak begitu sulit, namun bagi para takmir yang belum femlier maka harus perlu bimbingan agar bisa memanfaatkan gadget secara maksimal untuk menunjang dakwahnya dilingkungan masing-masing.

Dari pelatihan tersebut, Takmir Masjid dan Mushala juga diharapkan mampu menerima, memilah, memilih dan membagikan informasi secara bijak pula. Mampu mereduksi informasi yang negatif serta mampu menganalisa dan menghindari informasi hoaks yang merugikan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Dikutip dari Wikipedia, Literasi Digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. 

Literasi digital juga merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan konten/informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal.

Digital literasi lebih cenderung pada hal hal yang terkait dengan keterampilan teknis dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan lingkungan digital.

Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung masyarakat memiliki kemampuan membaca serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca. (IES

Senin, 29 Maret 2021

Dalam Khutbah Jumat, PAI Ajak Jemaah Belajar Membaca al Qur'an

Pengajian rutin IQRO' bagi orang tua dan manula di mushala an Nuur asuhan Imam Edi Siswanto, setiap malam Kamis (Foto: Dok Imam ES 2020)
Khutbah Jum'at merupakan moment terbaik untuk mengajak umat muslim meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Salah satunya dengan mengajaknya untuk bisa membaca al Qur'an, khususnya bagi remaja, pemuda , orang tua dan manula.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kaligondang, Imam Edi Siswanto pada Khutbah Jum'at dengan tema Bulan Sya'ban Jadi Momentum Persiapan diri di Bulan Suci Ramadhan di masjid Baitul Mutaqin Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, Jumat (26/3/2021) lalu.

Dalam Khutbah Jum'at, ia menekankan bahwa penting bagi umat muslim untuk bisa membaca al Qur'an dengan baik dan benar. Diturunkanya al Qur'an pada bulan suci Ramadhan, harus menjadi ruang untuk bermuhasabah atau berbenah diri khususnya dalam usaha meningkatkan kemampuan membaca al Quran.

BACA JUGA

https://ediripin.blogspot.com/2021/03/syaban-momentum-persiapan-diri-di-bulan.html?m=0

https://ediripin.blogspot.com/2020/01/tips-belajar-iqro-bersama-orang-tua.html?m=1

Menurutnya, bagi yang belum bisa membaca al Qur'an, mulai saat ini dengan niat ikhlas mencari ridho Allah dan dengan rasa suka cita diusahakan untuk mulai belajar. Bagi yang sudah bisa membaca, tingkatkan dengan kemampuan tahsin dan ilmu tajwidnya.

Dengan demikian, selain kita melakukan kegiatan ibadah wajib dan sunah di bulan Ramadhan kita memiliki target tertentu. Seperti bisa belajar membaca al Qur'an, khatam al Quran, menulis artikel, hafalan ayat dan lain lain. Dari target-target tersebut, diharapkan dalam setiap tahun ada penambahan ilmu dan pengalaman dalam beribadah.

Jangan sampai bulan Ramadhan yang kita jumpai setiap tahun berlalu begitu saja tanpa berbekas perubahan diri yang lebih baik. Harus kita sadari bahwa bulan Ramadhan, bulan yang istimewa dan mulia itu memiliki banyak hikmah dari rahmat, berkah dan ampunan. Namun sebagian besar dari kita masih belum memaksimalkan momentum ramadhan.

Disatu sisi kita sadari bahwa masih banyak saudara-saudara kita kaum muslimin yang belum bisa membaca al Qur'an. Namun kesadaran itu mengendap dan bisa jadi sirna karena tidak segera diwujudkan dalam usahanya untuk belaja menempa diri membaca al Qur'an.

Mari kita agendakan sebuah niat dan majelis khusus belajar membaca huruf Hijaiyah. Jika perlu sediakan waktu selama sebulan di masjid dan mushala bagi para orang tua maupun manula.

Sementara itu ditempat yang sama, pada pengajian Jum at Manis bagi ibu-ibu 'Aisyiyah usai Jumat pukul 14.00-15.00 WIB juga disampaikan tentang Marhaban Ramadhan dan Fadilahnya.

Waktu satu jam sepertinya tidak terasa bersama ibu-ibu dalam pengajian rutinan tersebut. Ajakan untuk bisa membaca al Qur'an dan membangun niat atau semangat diusia senja juga terus dibangun.

"insyaallah tidak ada kata terlambat untuk memulai belajar, termasuk belajar membaca Al Qur'an. Dan niat yang sungguh-sungguh itu menentukan hasil," ucapnya.

Demikian dua aktifitas kami yang bisa kami bagikan untuk pembaca setia kami. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya dan kita semua bisa berjumpa dan meraih ramadhan dengan baik, khusu dan bisa meraih taqwa, aamiin. (IES)

Kamis, 25 Maret 2021

Kita Sambut Ramadhan Dengan Suka Cita

(Desain Grafis: Imam ES)

Rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, kebahagiaan yang tak terkira saat kaum Muslimin di dunia bertemu dengan bulan auci Ramadhan yang agung, penuh rahmat, berkah dan ampunan.

Marhaban ya Ramadhan, adalah sebuah ungkapan kebahagian bagi orang-orang yang beriman dalam menyambut bulan yang istimewa. Banyak keutamaan-keutaman yang dibuka oleh yang Maha Kuasa. 

Mulai dari peliptana ganda pahala hingga dibukanya pintu-pintu syurga dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Di bulan Ramadhan, al Qur'an diturunkan dan ada malam-malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Keistimewaan tersebut tidaklah akan berlalu begitu saja bagi orang-orang yang merindukanya. Untuk itu, ungkapan syukur, kegembiraan dan suka cita sudah sepatutnya kita wujudkan dalam perwujudan ketaatan kepada Allah, hingga kita bisa meraih predikat manusia yang bertaqwa.

Selamat Muswil Pokjaluh Jateng

  Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Provinsi Jawa Tengah, akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) selama dua hari di Solo, S...