Kamis, 17 Desember 2020

Sebelum Menikah, Yuk luruskan Niat

Ilustrasi Desain Grafis : Imam ES

Merujuk kepada hadist dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

 إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907].

Dengan demikian, Islam telah mensyariatkan bahwa segala aktifitas manusia didasarkan pada niatnya, termasuk menikah akan bernilai ibadah dan berpahala jika niat menikah karena Allah. Bukan menikah karena didasarkan pada harta, setatus sosial dan kebutuhan biologis semata.

Baca Juga :

https://ediripin.blogspot.com/2020/12/tiga-pendapat-tentang-ciri-keluarga.html 

Dalam buku Fondasi Keluarga Sakinah, sebuah buku yang wajib dibaca bagi para calon pengantin yang dikeluarkan oleh Subdit Bina Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA & Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI tahun 2019 disebutkan bahwa tujuan  dan visi pernikahan terekam dalam sebuah hadist Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

 تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, statusnya, kecantikannya, dan agama (din)-nya. Maka pilihlah perempuan yang memiliki din agar kamu terbebas dari persoalan,” (HR. Bukhori).

Untuk itu, pasangan yang hendak menikah seharusnya kembali memeriksa niat masing-masing, membetulkan dan meluruskan niatnya beribadah karena Allah SWT. (ies)

 

3 komentar:

Berita Foto Rapat Kerja (Raker) PD IPARI Purbalingga

    Rapat Kerja (Raker) PD IPARI Purbalingga, Anrawina Owabong, Kamis (22/2/2024)  (FOTO: Imam Edi Siswanto) Berikut Rapat Komisi/Bidang dan...