Jumat, 21 Agustus 2020

Bilangan Bulan adalah Dua Belas Bulan, Ini Ayatnya

Ilustrasi (Foto: Imam ES 19/7/2020)

Bilangan bulan dalam setahun adalah dua belas bulan, tidak kurang dan tidak lebih. Anda bisa membukanya pada kitab Al Quran di rumah pada surat at Taubah atau surat ke 9 ayat 36.

 
Quran Surat At-Taubah Ayat 36

 

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ - 

Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa. (https://quran.kemenag.go.id/sura/9/36).

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat.

Salam dari IES

 

Rabu, 22 Juli 2020

Dalil dan Tujuh Sunah dalam Ibadah Qurban


Ilustrasi : Daging sapi kurban, 11 Agustus 2019 lalu (Foto : Dok. Imam ES)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

 قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

 قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ؛

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh

Masih ditengah-tengah masa pandemi wabah Covid-19, marilah tetap senantiasa memuji syukur kepada Allah karena sampai pada hari menjelang Idul Adha tahun 1441 H/2020 ini, kita masih diberi nikmat sehat untuk saling mengingatkan dalam kebajikan.

Dari peristiwa tersebut, tentunya menjadi keharusan bagi kita untuk juga senantiasa menjaga dan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Marilah senantiasa berupaya melaksanakan apa yang menjadi perintahNYA dan menjauhi apa yang menjadi laranganNYA. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad saw.

Bulan Dzulhijah adalah diantara bulan yang dimuliakan dalam Islam karena salah satunya ada peristiwa yang syarat dengan tauladan pengorbanan seorang hamba Allah yakni Nabi Ibrahim as.

BACA JUGA :

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh
Di antara dalil Alquran yang dijadikan dasar diperintahkanya untuk berkurban adalah adalah surah Al kautsar ayat 2.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).”

Kemudian juga dalam surah Al hajj ayat 36.

وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
 
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Sedangkan di antara hadis yang dijadikan dalil adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata
;

ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم بكبشين املحين اقرنين فرايته واضعا قدميه على صفاحها يسمي ويكبر فذبحها بيده

“Nabi Saw. berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi Saw. meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi Saw. membaca basmalah, takbir dan menyembelih dengan tangannya sendiri.”

Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu secara materi, seperti hadist riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda;

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.”

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh
Berbahagialah kita yang masih diberi nikmat untuk berkurban dengan memotong hewan kurban seperti Sapi, domba ataupun kambing. Karena setidaknya ada Tujuh Sunnah dalam Kurban yang harus kita ketahui.

1. Disunahkan Berkurban dengan Hewan Sehat dan Gemuk
Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya yang ingin berkurban dengan hewan yang bagus dan gemuk. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Albaihaqi dan Hakim disebutkan bahwa Nabi SAW. Bersabda.
اِنَّ اَحَبَّ الضَّحَايَا اِلَى اللهِ اَغْلاَهَا وَاَسْمَنُهَا
Sesungguhnya kurban yang paling dicintai Allah adalah hewan paling mahal dan paling gemuk.”

Dengan demikian berkurban disunnahkan dengan hewan terbaik, harganya mahal dan bertubuh gemuk dan dagingnya banyak.

2. Disunahkan Tidak Memotong Rambut dan Kuku
Bagi kaum muslim yang hendak berkurban dianjurkan/disunnahkan untuk tidak memotong, mencabut rambut atau kukunya mulai awal bulan Dzulhijjah hingga saat menyembelih kurban. Seperti yang disabdakan Nabi SAW :

(إِذَا رَأَيْتُمْ هِلالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ) وفي لفظ له : ( إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا.

Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (H.R. Muslim).

Mazhab Al Malikiyah dan Asy Syafi’iyah menyebutkan bahwa perintah untuk tidak memotong, mencabut rambut atau kukunya hukumnya sunnah.

3. Disunahkan Menyembelih Sendiri Atau Menyaksikan Langsung
Seperti yang dicontoghkan oleh Nabi Muhammad SAW, orang yang akan berkurban disunnahkan untuk melakukan pemotongan hewan sendiri secara langsung. Namun, bila tidak menguasainya maka boleh dilakukan oleh orang lain dan ikut menyaksikan penyembelihannya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT, Rabb alam semesta”. (HR. Abu Daud 2810 dan At-Tirmizi 1521)

Dan jika berhalangan atau hewan dipotong ditempat yang jauh dan tidak bisa ikut menyaksikan, penyembelihan itu tetap sah dan mendapatkan pahala.

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh

4. Disunahkan Menghadap Kiblat dan Menajamkan Pisau
Jika hewan sapi atau kambing, maka dibaringkan dan diikat kakinya ketika menyembelih dan dihadapkan kearah kiblat. Hewan kurban harus dijaga agar tidak setres, perut kenyang dan tidak memperlihatkan pisau pemotong/sembelih dihadapan hewan qurban.

عَنْ أَبِيْ يَعْلَى شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : «إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

......... Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala sesuatu. Maka, jika kalian menyembelih, berbuat baiklah dalam menyembelih. Hendaknya kalian menajamkan pisaunya dan memberi ketenangan pada hewan sembelihannya." (HR Muslim).

Dalam menajamkan pisau pun disyariatkan tidak dilakukan di depan hewan yang akan disembelih. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Hakim dari Ibnu Abbas RA.

5. Membaca Basmalah dan Dzikir
Sunnah selanjutnya adalah, membaca basmalah berdzikir kepada Allah ketika penyembelihan hewan kurban. Allah berfirman, ketika menjelaskan tentang berkurban: 

فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ

Sebutlah nama Allah ketika menyembelihnya” (QS. Al-Haj: 36)

6. Makan Daging Kurban
Maksimal sepertiga bagian bagi sohibul kurban atau sikurban untuk memakan bagian hewan kurbannya tersebut walaupun hanya sedikit. Kemudian menghadiahkan serta bersedekah dengan daging hewan kurban tersebut kepada orang lain. Allah berfirman:

فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ......

Makanlah bagian hewan kurban tersebut dan sedekahkan kepada orang yang membutuhkan” (QS. Al-Hajj: 28)

Rasulullah saw bersabda dalam hadits ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha. “Makan, simpan dan bersodaqohlah kalian (dari kurban kalian).” (HR. Muslim: 1971).

7. Menyembelih di Hari Idul Adha
Menyembelih hewan kurban setelah selesai melaksanakan shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah sangat disunnahkan.  Dan penyembelihan hewan kurban juga bisa dilakukan pada hari Tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

“Sesungguhnya yang kita mulai pertama kali pada hari (‘Idul Adha) ini adalah sholat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban.” (HR Bukhori: 5545 dan Muslim: 1961).
  
Jamaah sholat jumah rohimakumulloh

Demikian khutbah singkat kali ini, dan kami berpesan bahwa pelaksanaan shalat idul fitri dan pemotongan hewan qurban dimasa pandemi covid-19 marilah kita bersama-sama tetap disiplin melaksankan protokol kesehatan.

Semoga Allah senatiasa melimpahkan rahmat dan menjaga kita agar dijauhkan dari segala musibah, termasuk musibah covid-19. Dan semoga idul adha tahun ini menjadi media untuk memperbaiki dan meningkatkan diri untuk lebih dekat kepada Allah SWT.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

KHUTBAH KE II
 إنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ . رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّار

وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
 Disusun dari berbagai sumber

#Covid 19
#Kurban
#Idul Adha
#FKPAI
#Penyuluh Agama Islam
#Imam Edi Siswanto

Minggu, 28 Juni 2020

Peningkatan Fungsi Sosial Masjid Dalam Penanggulangan Musibah

Masjid Agung Daarussalam Purbalingga. (Foto: Dok Imam ES 4/6/2016)

 Peningkatan Fungsi Sosial Masjid Dalam Penanggulangan Musibah

 KHUTBAH I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
 
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛
Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, karena tidak ada bekal yang lebih baik untuk kita persiapkan selama hidup kita di dunia ini dengan menaati perintah-perintahNya, dan menjauhi larangan-larangannya, serta dilandasi dengan iman yang sempurna dihiasi dengan amal salih yang mencerminkan prilaku akhlak yang mulia.

Dan Rasulullah dengan jelas menyatakan bahwa sesempurna-sempurna iman orang mu’min adalah orang yang paling baik akhlaknya. Akmalul mu’minina imānan aḥsanuhum khuluqan… baik tutur kata, sikap dan berfikir kita kepada sesama manusia.

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia,


Allah telah mengingatkan sekaligus menegaskan kepada kita pentingnya peran masjid bagi kehidupan umat Islam. Masjid pulalah yang pertama kali diupayakan untuk didirikan oleh Rasulullah SAW ketika beliau baru sampai di Madinah dalam perjalanan hijrah dari Makkah.

Masjid memiliki dua dimensi tujuan yakni sebagi pusat peribadatan kepada Allah dan peribadatan kepada manusia dan alam semesta atau yang lebih kita kenal hablu minalloh wa hablu minannass. Allah berfirman dalam S at-taubah 9: 18

إِنَّما يَعْمُرُ مَساجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللَّهَ فَعَسى أُولئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Artinya: Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan orang-orang yang beriman kepada hari kemudian seraya tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapapun, kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk (QS at-taubah 9: 18).

Hadirin Jama’ah Jumat Rahimakumullah,
Dalam sejarah Islam, masjid selain sebagi pusat kegiatan ibadah seperti shalat, iktikaf, kajian ilmu, masjid juga sebagai pusat pemerintahan, tempat mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq, dan sedekah serta sebagai pusat strategi dakwah dan perang.

Masjid sejak awal didirikan oleh Rasulullah juga telah menjalankan banyak fungsi bagi aktivitas kehidupan kaum muslimin, diantaranya:

1.  Masjid berfungsi sebagai pembangun kesadaran ruhaniahnya untuk menjaga keseimbangan jiwa, keluruhan akhlak dan keutuhan pribadi.
2.  Masjid juga menjadi tempat membina kaderisasi umat dan kepemimpinannnya.
3.  Masjid juga menjadi tempat bagi kaum muslimin untuk memperoleh pencerahan dari berbagai permasalahan sosial.

Peran dan fungsi masjid dari masa kemasa idealnya harus terus bisa menjawab tantangan dan kebutuhan umat manusia, tak terkecuali di masa pandemi wabah covid-19.

Selain membangun sisi Aqidah, Akhlaq dan Ibadah, masjid saat ini dihadapkan pada kepentingan-kepentingan startegis hajat hidup manusia. Persoalan wabah covid-19 yang berdampak kepada semua sektor kehidupan manusia dan alam/lingkungan, tentu membutuhkan solusi yang bijak dan tepat.

Disinilah peran pengurus/takmir masjid ditunggu oleh umat dalam memberikan kontribusinya, setidaknya turut serta dalam pro aktif menyosialisasikan tentang wabah tersebut dan pencegahannya, agar umat memiliki informasi yang utuh dan proporsional.

Kemudian, masjid dalam posisi peran upaya pencegahan secara aktif tentu disesuaikan dengan fungsi masjid atau mushala setempat sebagai pembangun kesadaran ruhaniah demi menjaga keseimbangan jiwa, keluruhan akhlak dan keutuhan pribadi.

Dan yang ketiga masjid harus mampu mewujudkan kesejahteraan umat. Untuk saat ini setidaknya masjid secara riil membantu umat yang terdampak. Baik yang terdampak langsung sebagai korban positif Covid-19 atau masyarakat yang terdampak tidak langsung secara ekonomi.

Dan harapan ini bukanlah sesuatu yang berlebihan dan tanpa dasar, karena Islam telah memerintahkan hal tersebut seperti yang sudah termaktub dalam surat at Taubah ayat 18 di atas.

Hadirin Jama’ah Jumat Rahimakumullah,
Lebih dari itu, menjadi harapan kita semua, peran aktif masyarakat atau jemaah masjid atau mushala juga menjadi penting dalam menghadapi musibah secara bersama yakni adanya sinergitas, jemaah, takmir dan pemerintah.

Disisi lain, masjid dan mushala juga harus mampu memberikan ketenangan, pencerahan, pengayoman sekaligus solusi bagi jemaahnya. Dan inilah konsep kesejahteraan masjid, yakni sejahtera dalam keyakinan Aqidah, Akhlaq, Ibadah dan sejahtera dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Hal itu bukanlah hal yang sulit dan mustahil, karena semua itu telah dibuktikan oleh Rasululloh dan para sahabatnya dalam membangun, memanajemen dan mengelola dalam kerangka MEMAKMURKAN MASJID.

Al Qur'an telah memberi petunjuk yang jelas agar manusia keluar dari kegelapan informasi/ilmu pengetahuan menuju jalan yang terang.

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ - ٩


Artinya: Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. [Al-Israa’ : 9]

Dan inilah sebagian gambaran peran masjid dalam masa pandemi Covid-19, di tanah air.

1.   Dikutip dari laman cnnindonesia.com bahwa Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Azman Latif menyatakan umat Islam harus menjadi pelopor pencegahan penularan penyakit virus corona.

2.   REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi langkah sejumlah masjid menjadi sebagai pusat bantuan untuk menolong warga terdampak Covid-19, baik secara ekonomi, sosial dan kejiwaannya.

3.   Sulselsatu.com edisi 28 Maret 2020 menyebutkan di tengah musibah Covid-19 atau virus corona, Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Makassar meminta pengurus masjid mengikuti teladan baik yang dilakukan Masjid Jogokarian Jogja dalam penggunaan kas mesjid untuk membantu dalam pencegahan Covid-19.

4.   CNN Indonesia – Seorang Relawan peduli pencegahan covid-19 dokter Tirta juga pernah menyampaikan harapanya bahwa Ia mendorong penggunaan sepiker (pengeras suara) masjid dioptimalkan untuk memberikan edukasi mengenai korona kapada warga. Hal ini disampaikan saat konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pada Rabu (27/5/2020).

5.   Galamedia.pikiran-rakyat.com menyebutkan juga bahwa anggota DPR RI Fraksi PKB dari Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang, K.H. Maman Imanulhaq menegaskan, dengan banyaknya bencana alam dan kurangnya sarana untuk tempat pengungsian sehingga banyak masjid digunakan. Maka ke depan akan diproyeksikan menjadi tempat tanggap bencana. (26 Februari 2020).

6.   Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dalam hal ini diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan di sela peluncuran #BangkitDariMasjid, di Masjid Raya Al-Kautsar, Villa Dago, Pamulang, Tangerang Selatan, mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mendukung kembalinya fungsi sosial masjid yang sebelumnya turut terdampak pandemi COVID-19, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, bahwa dampak COVID-19 tidak hanya soal masalah kesehatan saja, akan tetapi juga menyangkut masalah ekonomi, sosial, pendidikan dan ketahanan pangan.

Oleh sebab itu, melalui kampanye #BangkitdariMasjid, Lilik mengajak gerakan masyarakat bantu masyarakat, melalui penyuluhan edukasi, pangan, pendataan, ekonomi, medis dan psikologi melalui masjid. Sehingga masjid dengan fungsi sosialnya dapat menjadi tempat untuk implementasi konsep gerakan masyarakat.

Melihat hal tersebut diatas kita berharap, masing-masing masjid atau mushala dapat berperan sesuai dengan tingkatan atau pengelempokannya. Mulai dari masjid ditingkat Desa atau RT menerima zakat, infak dan sedekah dari masyarakat yang ada di lingkunganya tersebut dan dibagikan kepada mustahik disekitarnya tersebut. 

Sebagai kaum beriman, kita yakin bahwa di balik suatu musibah selalu menyisakan sebuah hikmah dan dalam setiap kesulitan adan dua kemudahan. Inilah yang menjadi dasar bagi kita umat Islam untuk selalu yakin bahwa segala sesuatunya datang dari Allah SWT.

Dan harapan kita tentang Masjid atau mushala dalam Tanggap Bencana adalah sebuah keniscayaan, dengan catatan kita semua memiliki kesadaran dan kepedulian untuk berdakwah dan berjuang bersama-sama. Terlebih kegiatan masjid dan mushala kita semakin hari semakin meningkat.

Sebaga informasi, bahwa di Indonesia ada sekitar 800 ribu masjid. Potensi ini harus diberdayakan secara sosial ekonomi oleh generasi muda tidak hanya dalam momentum pandemi Covid-19, tapi juga setelahnya dan kesiapsiagaan dalam bencana.

Demikian khutbah singkat kali ini, kita selalu berdoa dan berharap hanya kepada Allah agar kita selalu terhindar dan terjaga dari segala bencana ataupun musibah. Dan kita berharap semoga pandemi wabah Covid-19 segera berahir dari muka bumi, dan segera kembali normal dengan penuh rahmat, barokah dan keridhoan Allah SWT, aamiin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

KHUTBAH II
 

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا

وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. 



 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ.

مَجِيْدٌ


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ . رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّار

وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin)

Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyerahkan buku Fondasi Keluarga Sakinah pada Catin (Foto: IES)   Materi Bimbing...