Tampilkan postingan dengan label Kiriman Pembaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiriman Pembaca. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2024

Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah Salurkan Bingkisan Lebaran Kepada Mualaf

 

PAI Fungsional Yuyu Yuniawati, SAg, saat menyerahkan bingkisan kepada keluarga Mualaf di Desa Klapasawit, Kalimanah, Rabu (27/3/2024) (Foto: Yuyu Yuniawati)

PURBALINGGA – Penyuluh Agama Islam (PAI ) Fungsional dan NON PNS Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah menyalurkan sejumlah paket bingkisan lebaran kepada para Mualaf.

PAI Fungsional Yuyu Yuniawati, SAg menjelaskan kegiatan menyalurkan paket atau bingkisan kepada para mualaf merupakan rangkaian kegiatan atau agenda Ramadhan 1445 H.

Zamroni Irham, S.Sos dan Pujianto, S.Sos saat mengisi Pesantren Kilat selama 2 hari (2-21/3/2024) di MIMA Blater, dan MIM Babakan, Kalimanah oleh Azizah Dwi Purba, S.Sos (Foto: Zamroni Irham).

“Selama Ramadhan PAI KUA Kalimanah menyelenggarakan kegiatan tahsin al Quran bagi para guru RA/BA, Pesantren Kilat selama 2 hari di MIMA Blater dan MIM Babakan, Buka Bersama dan Pengajian, Penggalangan dana dan penyaluran bingkisan untuk para mualaf,” jelasnya saat acara Buka Bersama (bukber) di Mushala al Furqon di Desa Klapasawit, Kalimanah. Rabu (27/3/2024) Kemarin.

Menurutnya dana bingkisan dikumpulkan dari para donator dan juga dari internal lingkungan KUA Kalimanah.

“Di Kalimanah ada 12 Mualaf yang tersebar di tujuh Desa. Sebelas paket telah kami salurkan kepada sebelas orang Mualaf, karena satu Mualaf ada diperantauan,” katanya.

PAI Fungsional Yuyu Yuniawati, SAg, saat menyampaikan tausiyah di Mushala al Furqon Desa Klapasawit, Kalimanah, Rabu (27/3/2024) (Foto: Yuyu Yuniawati)

Dalam acara Bukber tersebut sbelumnya disampaikan tausiah dan informasi tentang kepenyuluhan, diantaranya tentang Pelayanan KUA, tugas dan fungsi PAI, informasi tentang nikah, umroh dan haji, wakaf hingga sertifikat halal.

Yuyu sapaan akrabnya, didampingi PAI Non PNS yakni Supriyono dan M Zainal Abidin berharap kegiatan PAI yang bergerak langsung kemasyarakat tidak hanya sebatas menjalin siliaturahim.

Tahsin Al Quran bagi guru RA/BA kerjasama FKPAI dengan IGRA Kecamatan Kalimanah, diikuti sejumlah 40 orang, Rabu (20//2024) (Foto: Yuyu Yuniawati)

“Semoga kegiatan ini selain membawa manfaat bagi kita semua, juga bisa terus dipupuk dan dikembangkan dengan inovasi dan bisa berkolaborasi dengan unsur atau kelompok masyarakat lainya,” harapnya.

Sebagai informasi, PAI KUA Kalimanah telah mengadakan kegiatan rutin pengajian bagi para mualaf dua pekan sekali. 

PAI KUA Kalimanah foto bersama MT Babbul Ghufron di Desa Blater, Kalimanah, Rabu (6/3/2024) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kemudian kegiatan peningkatan pemahaman ilmu agama, seperti bimbingan perkawinan, pendampingan ikrar wakaf, sertifikat halal, tahsin al Quran, pembuatan rekomendasi ijin operasional (Ijop) TPQ dan Madin.

Selanjutnya kegiatan pencegahan Narkoba dan HIV AIDS, Keluarga Sakinah hingga pelayanan pendaftaran haji dan Pengajian bersama ibu ibu Majelis Taklim Babul Ghufron di Desa Blater, dan lain lain.(IES)

Senin, 03 Oktober 2022

Asiknya Naik Perahu Bersama Keluarga di Pantai Pangandaran

 

 Bersama Keponakan di Pantai Pangandaran, Minggu (27/3/2022) lalu. Foto: Nurlela

Penulis : Nurlela - Editor : Edi Siswanto

Oh ya sobat traveler, bukan kali ini saja saya naik perahu menyusuri sungai, danau atau pantai. Rasanya cukup berbeda saat naik perahu bersama keluarga di pantai Pangandaran beberapa waktu yang lalu.

Tepatnya pada hari Minggu (27/3/2022) lalu, saya bersama keluarga berwisata ke pantai Pangandaran di Jawa Barat, dengan tujuan mempererat tali silaturahmi khususnya keluarga besar kami Eyang (Nenek) Rubes.

Memang naik perahu bukan hal yang luar biasa, namun bagi kami naik perahu di sungai di danau dan di pantai memiliki sensani tersendiri.

Sebab saat naik perahu atau getek yang terbuat dari bambu dengan perahu yang terbuat dari viber atau kayu bagi saya berbeda rasanya.

Getek dengan tenaga manusia terasa lebih lambat dan kaki juga basah karena kena air sungai. Sementara naik perahu kayu menyusuri pantai Pangandaran lebih cepat karena menggunakan mesin atau motor.

Saat perahu mulai berjalan, semilir angin pantai mulai terasa dan teriknya mataharipun tidak terasa. Pemandangan luas cakrawala membentang, bak permadani yang tidak bertepi.

Di atas perahu yang sedang melaju, senyum keluarga saat naik perahu bersama, menambah keasyikan tersendiri. Gemercik suara ombak di ujung perahu seiring suara deru mesin melengkapi suasana perjalanan kami.

Oh ya sobat traveler, sebelumnya kami bersama keluarga berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB dan sampai di Kota Cilacap pukul 06.00 WIB.  Di Cilacap kami sekeluarga berhenti sejenak untuk sholat subuh dan sarapan pagi dengan bekal yang sudah disiapkan dari rumah.

Usai sarapan pagi, kami melanjutkan perjalanan dengan bus yang berisi 16 orang menuju lokasi pantai Pangandaran dan tiba kurang lebih pukul 08.00 WIB.

Tiba di Pantai Pangandaran suasana masih terasa belum panas, kami dan keluarga kembali berkumpul dan menyempatkan untuk makan bersama dengan makanan atau jajanan yang kami bawa.

Saat sedang asyik makan di atas tikar sambil menikmati suasana pantai Pengandaran, tiba-tiba ada seorang laki-lai yang menawarkan untuk perahu dengan tariff perorang Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 20 ribu untuk anak-anak.

Menurut laki-laki tersebut, harga tiket sudah termasuk full tiket, yakni untuk masuk ke Pasir Putih, Pagar Alam, masuk goa, dan masih banyak yang lainnya. Tidak lama berselang, kami dan keluarga kemudian naik perahu menuju lokasi yang dituju.

Saat perahu mulai melaju menyebrangi lautan, sungguh pemandangan laut itu tampak sangat indah. Dan saat di atas perahu terpaan ombak yang besar sangat terasa.

Sembari melihat aneka ikan dan tumbuhan di dasar laut seperti rumput laut atau lumut, saya merasakan angin laut yang kencang, namun terasa sejuk menerpa wajahku.

Kejernihan air laut di pantai Pangandaran tampak lebih indah dan menarik untuk selalu dilihat.  

Tidak terasa perjalanan menyebrangi lautan kurang lebih 20 menit sampai di bibir pantai Pasir Putih.

Sesampainya di Pasir Putih, saya bersama keluarga tidak membuang-buang waktu untuk menikmati suasana dan keindahannya. Dan banyaknya monyet menambah wisata keluarga kami jadi semakin seru disaat memberi makan (kwaci) untuk monyet.

Oh ya sobat traveler, ada sedikit tips saat memberi makan untuk monyet. Menurut petugas yang berjaga di Pasir Putih bahwa saat memberi makan jangan sambil melihat monyet, karena kita bisa jadi kaget dibuatnya.

Betul memang kata petugas itu, ternyata saat saya mencoba memberi makan buat monyet tersebut, ternyata saya dibuat kaget ketika makanan itu diambil monyet. Untuk itu, Saya setelah itu diberi saran oleh si penjaga monyet.

Tips tersebut berguna, agar kita tidak kaget kemudian menjerit. Karena jika menjerit akan memancing monyet untuk mendekati kita dan bisa jadi akan menggigit atau mencakar tangan kita.

Sobat Traveler, demikian cerita singkat wisata kami bersama keluarga saat berkunjung dan menikmati suasana Pantai Pangandaran di Jawa Barat. Terimakasih semoga bermanfaat.(IES)

Senin, 04 Januari 2021

Yuk, Berdoa dan Terapkan 3 M Agar Covid-19 Segera Berahir

Desain Grafis : Imam ES

Yuk, Berdoa dan Terapkan 3 M Agar Covid-19 Segera Berahir

Editor : Imam ES

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, teman-teman dan sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah SWT.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karunia kepada kita hingga saat ini. Sholawat serta salam kita haturkan kepada nabi besar kita Nabi Muhammad SAW.

Saya Nurlela ingin mengingatkan kepada kita bahwa Pandemi Covid-19 belum berakhir. Dan menurut saya ada dua cara untuk mencegah dan menghindarinya, yakni dengan berdoa dan berikhitiar dengan 3 M.

Berikut doa minta perlindungan kepada Allah SWT agar kita terhindar dari musibah atau wabah Pandemi Covid-19.

.اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqāmi."

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit." (HR Abu Daud nomor 1554 dan Ahmad).

Selanjutnya, Islam juga menganjurkan untuk mendoakan orang yang sedang sakit dengan membacakan doa agar segera diberi kesembuhan.

 اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذهِبِ البَأسَ اشفِ أَنتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُ كَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Allahumma Rabban nasi, adzhibil ba’sa isyfi anta asy-syafi la syifa’a illa syifauka syifaan la yughadiru saqoman.”

"Ya Allah Tuhannya manusia, hikanhkanlah rasa sakit ini sembuhkan lah, engkau dzat Yang Maha Penyembuhan, tak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tak meninggalkan rasa sakit".

Baca Juga :

https://ediripin.blogspot.com/2020/04/kiriman-pembaca-yuk-berpuasa-ramadhan.html 

https://ediripin.blogspot.com/2020/04/kiriman-pembaca-asyiknya-berwisata-di.html 

https://ediripin.blogspot.com/2020/04/kiriman-pembaca-dua-cara-bangun-lebih.html 

https://ediripin.blogspot.com/2020/04/di-rumah-saja-usir-kejenuhan-saya.html 

https://ediripin.blogspot.com/2020/05/kultum-ramadhan-ustadz-tpq-kenapa-kita.html 

Setelah berdoa, marilah kita tetap disiplin atau istiqomah dalam menerapkan Protokol Kesehatan (prokes) dengan 3 M sesuai anjuran pemerintah, yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir.

Selain menerapkan 3 M kita juga dianjurkan untuk berdiam di rumah, kecuali ada kepentingan mendesak, seperti membeli obat dan makanan.

Untuk itu, mari bersama-sama menerapkan prokes di mana saja berada.


1. Memakai Masker, caranya bersihkan tangan anda sebelum anda mengenakan masker, juga saat anda melepasnya.

 

Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu anda. Bersihkan tangan secara teratur dan menyeluruh dengan Handsanitizer atau cuci dengan sabun dan air mengalir. Ini untuk menghilangkan kuman termasuk virus yang mungkin ada di tangan.

 

2. Menjaga Jarak, kita dianjurkan untuk menjaga jarak minimal 1 Meter dengan orang lain dan hindari kerumunan.

 

3. Mencuci tangan, bersihkan tangan secara teratur dan menyeluruh dengan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Dan hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut anda.(*)

*)Penulis adalah pelajar Kelas 10 SMK Muhammadiyah Purbalingga Jurusan Farmasi, Asisten Ustadzah TPQ Nurul Iman Penaruban, Anggota KOKAM Ranting Penaruban.

 

 

#1 Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Kecintaan Anak terhadap Masjid

Belajar ilmu agama secara konsisten sekaligus salah satu upaya memakmurkan mushala di kampung. (Foto: Imam Edi Siswanto) #1 Peran Keluarga d...