Minggu, 17 Januari 2021

Vidio Belajar dan Penjelasan Singkat Iqro' Jilid 1 Halaman 7-10 Bersama Pak Ies

Video dan Penjelasan Singkat Belajar Iqro' Jilid 1

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Salam sejahtera bagi kita sekalian, puji syukur kehadirat Allah SWT, sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan nabi Muhammad saw.

Ungkapan rasa syukur yang tak terhingga, kami bisa menghadirkan video pembelajaran untuk membaca al Quran dengan metode Iqro’ melalui youtube.

Metode Iqro adalah proses belajar secara cepat, pertama yakni dengan metode CBSA (Cara Belajar Santri Aktif) guru atau ustadz guru sebagai penyimak saja. Tidak perlu menuntun, kecuali hanya memberikan petunjuk atau contoh pokok pelajaran saja.

Kedua yakni metode privat, yakni penyimakan seorang demi seorang atau anak per anak dalam kelompok kecil dengan dipandu oleh ustadz.

Kemudian metode yang ketiga adalah Asistensi, yakni Santri yang lebih tinggi jilidnya bisa dapat membantu menyimak santri lain.

Demikian tiga metode membaca Iqro yang kami sarikan dari buku Iqro karya KH. As’ad Humam, Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta, Edisi Revisi Tahun 2017.

cara membaca bunyi huruf hijaiyah dengan langsung membunyikan huruf.  Sehingga bagi pembaca pemula atau anak-anak diharapkan langsung bisa membaca dengan baik.

Dalam metode Iqro’ Jilid 1 memang belum dijelaskan tentang harakat fathah dengan bunyi “a”, kasroh dengan bunyi “I” dan domah dengan bunyi “u”. Target awal adalah langsung bisa membaca huruf hijaiyah.

Pada tahap jilid berikutnya penjelasan itu akan dijelaskan seiring penjelasan singkat tajwid praktisnya. Sehingga pembaca pemula atau santri dengan sendirinya akan mengenai ketentuan dan kaidah membaca huruf hijaiyyah.

Lebih jelasnya bapak/ibu/Sdr/I bisa membaca petunjuk pada awal halaman pada tahapan/tiap jilid baru.

Dan kami menyarankan, bahwa proses belajar melalui akun youtube ini hanya bersifat membantu. Untuk itu ada baiknya belajar membaca al Quran bisa di damping oleh Ustad/zah yang ada dilingkungan anda.

Terlebih bagi anak-anak mulai dari TK hingga Kelas 9 SMP/MTs, kami sarankan untuk tetap belajar mengikuti lembaga TPQ di lingkungan rumah terdekat.

Kemudian untuk pindah halaman atau kenaikan jilid, santri diharapkan benar-benar sudah sudah menguasai. Maka jika masih ada kesalahan baca, santri belum bisa naik halaman atau naik jilid berikutnya.

Demikian, penjelasan singkat kami, semoga bermanfaat dan selamat belajar.

Terimakasih

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. (IES)


 

Jumat, 15 Januari 2021

Video dan Penjelasan SIngkat Belajar Iqro' Jilid 1 Halaman 3-6 Bersama Pak Ies


  Video dan Penjelasan Singkat Belajar Iqro' Jilid 1

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Salam sejahtera bagi kita sekalian, puji syukur kehadirat Allah SWT, sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan nabi Muhammad saw.

Ungkapan rasa syukur yang tak terhingga, kami bisa menghadirkan video pembelajaran untuk membaca al Quran dengan metode Iqro’ melalui youtube.

Metode Iqro adalah proses belajar secara cepat, pertama yakni dengan metode CBSA (Cara Belajar Santri Aktif) guru atau ustadz guru sebagai penyimak saja. Tidak perlu menuntun, kecuali hanya memberikan petunjuk atau contoh pokok pelajaran saja.

Kedua yakni metode privat, yakni penyimakan seorang demi seorang atau anak per anak dalam kelompok kecil dengan dipandu oleh ustadz.

Kemudian metode yang ketiga adalah Asistensi, yakni Santri yang lebih tinggi jilidnya bisa dapat membantu menyimak santri lain.

Demikian tiga metode membaca Iqro yang kami sarikan dari buku Iqro karya KH. As’ad Humam, Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta, Edisi Revisi Tahun 2017.

cara membaca bunyi huruf hijaiyah dengan langsung membunyikan huruf.  Sehingga bagi pembaca pemula atau anak-anak diharapkan langsung bisa membaca dengan baik.

Dalam metode Iqro’ Jilid 1 memang belum dijelaskan tentang harakat fathah dengan bunyi “a”, kasroh dengan bunyi “I” dan domah dengan bunyi “u”. Target awal adalah langsung bisa membaca huruf hijaiyah.

Pada tahap jilid berikutnya penjelasan itu akan dijelaskan seiring penjelasan singkat tajwid praktisnya. Sehingga pembaca pemula atau santri dengan sendirinya akan mengenai ketentuan dan kaidah membaca huruf hijaiyyah.

Lebih jelasnya bapak/ibu/Sdr/I bisa membaca petunjuk pada awal halaman pada tahapan/tiap jilid baru.

Dan kami menyarankan, bahwa proses belajar melalui akun youtube ini hanya bersifat membantu. Untuk itu ada baiknya belajar membaca al Quran bisa di damping oleh Ustad/zah yang ada dilingkungan anda.

Terlebih bagi anak-anak mulai dari TK hingga Kelas 9 SMP/MTs, kami sarankan untuk tetap belajar mengikuti lembaga TPQ di lingkungan rumah terdekat.

Kemudian untuk pindah halaman atau kenaikan jilid, santri diharapkan benar-benar sudah sudah menguasai. Maka jika masih ada kesalahan baca, santri belum bisa naik halaman atau naik jilid berikutnya.

Demikian, penjelasan singkat kami, semoga bermanfaat dan selamat belajar.

Terimakasih

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. (IES)

Video dan Penjelasan Singkat Belajar Iqro' Jilid 1 Halaman 1 - 2


 Video dan Penjelasan Singkat Belajar Iqro' Jilid 1

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Salam sejahtera bagi kita sekalian, puji syukur kehadirat Allah SWT, sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan nabi Muhammad saw.

Ungkapan rasa syukur yang tak terhingga, kami bisa menghadirkan video pembelajaran untuk membaca al Quran dengan metode Iqro’ melalui youtube.

Metode Iqro adalah proses belajar secara cepat, pertama yakni dengan metode CBSA (Cara Belajar Santri Aktif) guru atau ustadz guru sebagai penyimak saja. Tidak perlu menuntun, kecuali hanya memberikan petunjuk atau contoh pokok pelajaran saja.

Kedua yakni metode privat, yakni penyimakan seorang demi seorang atau anak per anak dalam kelompok kecil dengan dipandu oleh ustadz.

Kemudian metode yang ketiga adalah Asistensi, yakni Santri yang lebih tinggi jilidnya bisa dapat membantu menyimak santri lain.

Demikian tiga metode membaca Iqro yang kami sarikan dari buku Iqro karya KH. As’ad Humam, Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta, Edisi Revisi Tahun 2017.

cara membaca bunyi huruf hijaiyah dengan langsung membunyikan huruf.  Sehingga bagi pembaca pemula atau anak-anak diharapkan langsung bisa membaca dengan baik.

Dalam metode Iqro’ Jilid 1 memang belum dijelaskan tentang harakat fathah dengan bunyi “a”, kasroh dengan bunyi “I” dan domah dengan bunyi “u”. Target awal adalah langsung bisa membaca huruf hijaiyah.

Pada tahap jilid berikutnya penjelasan itu akan dijelaskan seiring penjelasan singkat tajwid praktisnya. Sehingga pembaca pemula atau santri dengan sendirinya akan mengenai ketentuan dan kaidah membaca huruf hijaiyyah.

Lebih jelasnya bapak/ibu/Sdr/I bisa membaca petunjuk pada awal halaman pada tahapan/tiap jilid baru.

Dan kami menyarankan, bahwa proses belajar melalui akun youtube ini hanya bersifat membantu. Untuk itu ada baiknya belajar membaca al Quran bisa di damping oleh Ustad/zah yang ada dilingkungan anda.

Terlebih bagi anak-anak mulai dari TK hingga Kelas 9 SMP/MTs, kami sarankan untuk tetap belajar mengikuti lembaga TPQ di lingkungan rumah terdekat.

Kemudian untuk pindah halaman atau kenaikan jilid, santri diharapkan benar-benar sudah sudah menguasai. Maka jika masih ada kesalahan baca, santri belum bisa naik halaman atau naik jilid berikutnya.

Demikian, penjelasan singkat kami, semoga bermanfaat dan selamat belajar.

Terimakasih

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. (IES)

Kamis, 14 Januari 2021

Video Santri TPQ Nurul Iman Penaruban Belajar Ilmu Tajwid

 

 

Belajar tajwid bagi santri Iqro jilid 3-6 adalah tajwid praktis yang harus dikuasainya. Dan bagi santri kelas Quran belajar ilmu tajwid, paham dan bisa mempraktikanya adalah hal pokok yang harus dikuasainya.

 

Video pendek kali ini adalah sebuah cuplikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masa Pandemi Covid-19. Tampak seorang santri sedang belajar dirumahnya bersama Pak De-nya.

 

Kita tahu bahwa saat masa belajar di rumah, maka santri-santri TPQ semuanya belajar di rumah. termasuk dua santri putra putri kelas TK dan Iqro yang tampak sedang belajar sendiri dibelakang santri kelas Quran.

 

Membaca dengan baik dan benar adalah harus di dukung dengan belajar makhorijul huruf atau paham dan bisa membunyikan huruf hijaiyyah sesuai dari asal tempat masing-masing huruf.

 

Dan ilmu tajwid adalah terkait cara, hukum, sifat dan bunyi serta panjang pendeknya sebuah bacaan dari huruf hijaiyyah itu sendiri. Dengan kata lain seorang pembaca al Quran, mengetahui rambu-rambu aturan dalam membaca al Quran, bukan semaunya atau seenaknya sendiri.

 

Maka tidak benar, jika santri sudah selesai belajar Iqro jilid 1 sampai 6, kemudian sudah tidak mau belajar membaca al Quran. Dan ini adalah pemahaman atau opini yang perlu diluruskan.

 

Untuk itu, kami sarankan tetaplah terus belajar membaca al Quran sampai benar-benar menguasai. Dan tidak ada jeleknya jika rajin juga membaca artikel atau buku-buku tentang ilmu tajwid dan rajin menghadiri majelis pengajian khusus membaca al Quran.

 

Sebagai informasi, Tajwid praktis pada Jilid 1-6 dan kelas Quran adalah materi ilmu tajwid dasar. Yakni hukum membaca nun sukun atau tanwin, mim sukun dan tanwin, huruf mad, bacaan qolqolah, bacaan idhar, bacaan ikhfa, bacaan idhom bighunah, idhom bilaghunah dan bacaan Iqlab.

 

Jika materi materi tersebut sudah bisa dipahami dan juga bisa dipraktikan oleh santri TPQ, untuk mendapatkan nilai kelayakan lulus santri perlu diuji oleh ustadz yang lebih berkompeten/mumpuni. Sampai saatnya santri mendapatkan predikat lulus.

 

Demikian, penjelasan singkat kami semoga bermanfaat.

Selamat belajar dan tetap semangat serta jangan lupa selalu berdoa diawal dan ahir belajar.

 

Wassalam. (IES)

Rabu, 13 Januari 2021

Subhanallooh, Sedekah itu Menolak Musibah

 

Desain Grafis: Imam ES

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ

أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

 وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

 قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْد

Jemaah Jum'at yang dimulyakan Allah.

Marilah kita senantiasa berusaha untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan melaksanakan apa yang menjadi perintah dan larangan-NYA. Sholawat dan salam kita curahkan kepada uswah kita nabi Agung Muhammad SAW.

Jemaah Jum'at yang dimulyakan Allah. Di masa Pandemi Covid-19, kita dituntut untuk menunjukkan kepedulain kita kepada sesama. Himbauan pemerintah agar masyarakat lebih banyak tinggal dan beraktifitas di rumah, membuat banyak orang kekurangan penghasilan dan kehilangan pekerjaannya atau menjadi pengangguran.

Untuk itu, Islam menyerukan agar kaum muslimin tergerak hatinya saling membantu. Diantaranya dengan melakukan sedekah.

Jemaah Jum'at yang dimulyakan Allah. Allah berfirman dalam surat ali Imron : 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.”

Kemudian dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ

“Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi kita dari berbagai keburukan dan sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi akan menghindarkan diri kita dari siksa Tuhan” (HR ath-Thabarani)

Hadits di atas juga menjelaskan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan, baik sedekah atau pun perbuatan-perbuatan baik lainnya dapat menjadi sebab terhindarnya kita dari keburukan dan berbagai musibah.

Oleh karena itu, kaum muslimin yang dirahmati Allah, marilah kita bersedekah dan melakukan berbagai kebaikan di masa Pandemi Covid-19. Dan janganlah menunda dalam beramal soleh.

Jemaah Jum'at yang dimulyakan Allah. Adapun sedekah yang kita berikan kepada orang-orang yang membutuhkan, tidak harus banyak. Namun kita sesuaikan dengan kemampuan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

"Takutlah kalian kepada neraka walau dengan secuil kurma, jika tidak mendapatkan, hendaknya dengan perkataan yang baik." (HR al-Bukhari) hadist Bukhori No 5564 

 

Baca Juga :

https://ediripin.blogspot.com/2020/06/peningkatan-fungsi-sosial-masjid-dalam.html

https://ediripin.blogspot.com/2020/04/pengajian-online-kita-akan-ditanya.html 

 

Kita juga bisa bersedekah dengan jumlah besar melalui ormas (Organisasi Masyarakat) atau menyalurkanya melalui lembaga seperti Lazismu (Lembaga Amil Zakat  Infaq Sodaqoh Muhammadiyah).

Kalau sedekah ini telah menjadi sebuah gerakan bersama dan disalurkan serta diberikan secara tepat kepada setiap orang yang membutuhkan, in sya Allah kebutuhan masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 bisa teratasi dan hal itu juga bisa mencegah atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Jemaah Jum'at yang dimulyakan Allah, Dan perlu diketahui bahwa sedekah tidak harus berupa uang. Sedekah bisa berupa barang, sembako, masker, handsanitizer, disinfektan, nasi bungkus, tenaga, pikiran, atau apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Kemudian. anjuran bersedekah, tidak hanya diperintahkan kepada orang yang sehat saja. Namun bagi orang yang sedang mendapat ujian sakitpun dianjurkan untuk tetap bersedekah. Karena, sedekah adalah obat bagi segala macam penyakit. Sebagaimana Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 حَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ (رواه  الطبراني)

“Lindungilah harta kalian dengan zakat dan obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah” (HR Ath-Thabarini).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ (رواه مسلم)

Maknanya: “Harta tidak akan berkurang dengan sebab sedekah” (HR Muslim).

Jemaah Jum'at yang dimulyakan Allah, dalam hadist lain juga disebutkan akan kedahsyatan sedekah, sebagaimana Anas bin Malik mengatakan Nabi SAW bersabda, "Tatkala Allah menciptakan bumi, maka bumi bergoncang-goncang, kemudian Allah menciptakan gunung-gunung lalu meletakkannya di atas bumi tersebut sehingga bumi menjadi tenang. Dan para malaikat merasa kagum terhadap kuatnya gunung-gunung tersebut."

Mereka (para malaikat) berkata, "Wahai Tuhanku, apakah di antara makhluk-Mu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada gunung?" Allah berfirman, "Ya, api."

Kemudian mereka berkata, "Wahai Tuhanku, apakah di antara makhluk-Mu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada api?" Allah berfirman, "Ya, air."

Mereka berkata, "Wahai Tuhanku, apakah di antara makhluk-Mu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada air?" Allah berfirman, "ya, angin."

Mereka berkata, "Wahai Tuhanku, apakah di antara makhluk-Mu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada angin?"

Allah berfirman, "Ya, anak Adam. Ia bersedekah dengan sebuah sedekah dengan tangan kanannya dan menyembunyikannya dari tangan kirinya."

Demikianlah khutbah Jumat singkat kali ini tentang beberapa hikmah atau manfaat sedekah yang diantaranya dapat mencegah atau menghindari musibah, termasuk musibah wabah Pandemi Covid-19.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

 KHUTBAH KE II

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

 

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ.

مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

 

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ 

مِنَ الْخَاسِرِينَ . رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّار

 
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
 

 

#1 Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Kecintaan Anak terhadap Masjid

Belajar ilmu agama secara konsisten sekaligus salah satu upaya memakmurkan mushala di kampung. (Foto: Imam Edi Siswanto) #1 Peran Keluarga d...