Rabu, 30 Juli 2014

Silaturahmi IWAPEN 1433 H/2012



Ini video rekaman dua tahun yang lalu 22 Agustus 2012
Silaturahmi Warga IWAPEN Ikatan Warga Penaruban....he..he..silahkan menonton




Selasa, 24 Juni 2014

Ngabuburit



Assalamu'alaikum wr. wb.

ACARA NGABUBURIT
Sepintas ungkapan kata ngabuburit sudah tidak asing bagi kita. Apalagi bagi kalangan remaja acara ini biasa menjadi populer di saat ramadhan. Bahkan ratingnya jauh lebih tinggi mengalahkan kegiatan ramadhan yang sesungguhnya, seperti berjamaah sholat tarawih, belajar/pengajian, khataman dan lain-lain. 

Dan acara ngabuburit sendiri melingkupi personal, keluarga dan kelompok baik remaja, tua atau komunitas. Acara yang lebih banyak didominasi non formal atau non ceremonial bisa juga meningkat menjadi acara formal dalam satu penyelenggaraan. Baik di rumah makan, gedung, kantor atau tempat yang lain. 

Seiring perkembangan zaman acara ngabuburit menjadi trend di setiap waktu menunggu jelang berbuka puasa.

ARTI NGABUBURIT
Dengan meminjam tulisan blog tetangga, saya baca bahwa ngabuburit berasal dari kata "burit' istilah bahasa sunda yang artinya "sore/petang" http://nusanthara.wordpress.com/2013/07/12/ngabuburit-dalam-arti-sebenarnya/ Istilah ini menjadi sangat populer karena didukung publikasi media electronic seperti Televisi, radio dan koran. 

Secara etimologis kata ngabuburit mempunyai arti menunggu senja, senada dengan pengertian diatas dalam Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berarti ngalantung ngadagoan burit, yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. 

Namun secara istilah kata ngabuburit mempunyai makna yang lebih luas karena kata ngabuburit senantiasa menjadi jargon yang khas ketika bulan ramadhan tiba, ngabuburit bisa diartikan menunggu buka puasa sambil menghabiskan waktu dengan aktivitas-aktivitas yang positiv. http://skhatzey.blogspot.com/2011/08/kenapa-harus-kata-ngabuburit.html

BUDAYA
Ngabuburit secara umum bisa dikata menjadi primadona bagi sebagian kalangan masyarakat. Sebagai contoh bahwa dalam setiap jelang waktu mghrib tempat-tempat umum seperti alun-alun, lapangan olah raga, taman, serta tempat-tempat lainya seperti pinggiran sungai, pantai, sawah, pegunungan, bendungan dll tak kalah ramainya dengan warung-warung makanan yang bisa di kata sangat padat, di ramadhan tahun kemarin 2013. 

Jika saya amati di Purbalingga saja tempat saya tinggal sebagai kota kecil dengan pertumbuhan kuliner yang cukup signifikan hampir di pastikan penuh sesak. Bahkan warung atau restoran yang di pinggiran kota dan sepi menjadi ramai dan menjadi antri.  

Dan ini berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat yang membutuhkan tempat untuk sekedar membatalkan puasa. hal ini bisa jadi ini menjadi peluang munculnya tempat-tempat penjual makan baru.

Kenapa demikian? Mungkin saja hal baru ini muncul akibat perubahan gaya hidup sebagian masyarakat akan seiring perubahan sarana dan fasilitas yang tersedia. Kini waktu telah terus menuntut pada perubahan-perubahan kebiasan gaya hidup baru yang akhirnya mejadi kebiasaan dan memuncak menjadi "ngabuburit". 

Pertanyaannya adalah siapa yang mempelopori dan siapa yang di untungkan atau bahkan di rugikan dengan acara yang sebenarnya tidak ada secara khusus di bulan Ramadhan ini.?  

Kami tidak akan membahas persoalan pengaruh dan akibat yang ditimbulkan baik postif atau negatif dari ngabuburit, karena kami tidak berkompeten dengan persoalan ini. 

Hemat kami yang menarik adalah, bagaimana budaya ngabuburit yang sudah lazim ini kita arahkan menjadi acara yang kembali ke makna menghargai, memanfaatkan dan memaksimalkan soal waktu. Sebab bagi kami ngabuburit esensinya ada pada pemanfaatan waktu yang digunakan untuk menunggu disertai ada kegiatan atau acara yang bermanfaat.

WAKTU
Ngabuburit bisa menjadi acara yang istimewa dan prestisius apabila waktu itu kita bisa memanfaatkannya dengan baik, bermanfaat dan maksimal karena beroutput pada hasilnya yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya serta lingkungannya serta efektif dan efesien dalam pengeluaran uang atau dana. 

Apa yang harus di lakukan? Sekalipun kami bukan ahli tafsir, namun hemat kami sebelumnya mari kita pelajari bersama makna dari QS Al ’Ashr (103) yang berisi hanya 3 ayat, Pokok-pokok isinya: Semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. 

Ayat pertama Allah sampai bersumpah demi waktu 1. “Demi masa” 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. 

Dalam tafsir al ashar karya Buya Hamka. http://tafsir.cahcepu.com/alashr/al-ashr-1-3/
“Demi masa!” (ayat 1). Atau demi waktu ‘Ashar, waktu petang hari seketika bayang-bayang badan sudah mulai lebih panjang daripada badan kita sendiri, sehingga masuklah waktu sembahyang ‘Ashar. Maka terdapatlah pada ayat yang pendek ini dua macam tafsir.

Syaikh Muhammad Abduh menerangkan di dalam Tafsir Juzu’ Amma bahwa telah teradat bagi bangsa Arab apabila hari telah sore, mereka duduk bercakap-cakap membicarakan soal-soal kehidupan dan ceritera-ceritera lain yang berkenaan dengan urusan sehari-hari. 

Karena banyak percakapan yang melantur, keraplah kejadian pertengkaran, bersakit-sakitan hati sehingga menimbulkan permusuhan. Lalu ada yang mengutuki waktu ‘Ashar (petang hari), mengatakan waktu ‘Ashar waktu yang celaka, atau naas, banyak bahaya terjadi di waktu itu. 

Maka datanglah ayat ini memberi peringatan “Demi ‘Ashar”, perhatikanlah waktu ‘Ashar. Bukan waktu ‘Ashar yang salah. Yang salah adalah manusia-manusia yang mempergunakan waktu itu dengan salah. 

Mempergunakannya untuk bercakap-cakap yang tidak tentu ujung pangkal. Misalnya bermegah-megahan harta, memuji diri, menghina merendahkan orang lain. Tentu orang yang dihinakan tiada terima, dan timbullah saling sengketa.
Lalu kamu salahkan waktu ‘Ashar, padahal kamulah yang salah. Padahal kalau kamu percakapkan apa yang berfaedah, dengan tidak menyinggung perasaan teman dudukmu, tentulah waktu ‘Ashar itu akan membawa manfaat pula bagimu.

SOLUSI
Bagi yang super sibuk, ngabuburit tidak akan berlaku namun bagi yang memiliki waktu luang utamanya bagi para remaja adalah penting untuk diberi ruang yang cukup dan baik.
 
Apapun istilahnya baik ngabuburit atau dengan bahasa yang lain, intinya bagi kami adalah ada pada persoalan mengisi acara atau kegiatan yang di anggap “menunggu” waktu maghrib adalah diwarnai dengan berbagai macam kegiatan yang positif.

Jika kita belum mau bergabung dengan komunitas atau organisasi, bisa kita siasati dengan, membaca, menulis, menghafal, melukis, bertafakur/berfikir positif, browsing internet/jelajah wacana keilmuan, baik yang berhubungan Al Qur’an/Hadist atau ilmu umum yang bermanfaat. 

Dan jika kita suka berkumpul/berorganisasi maka bisa kita isi dengan, diskusi, mengajar, bekerja, berwirausaha, berkumpul bersama keluarga dengan diskusi agama yang ringan, mengajari keluarga dengan cara berwudlu, sholat, etika, bahasa dan lain-lain.

Semua tergantung kita untuk mengusir rasa malas dan sungkan untuk melakukan sesuatu, saran kami jika berkenan, maka mulai hari ini mari kita bersama-sama membuat agenda/acara untuk mengisi waktu itu dengan maksimal.

PENUTUP
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kami, keluarga kami, shabat dan Saudara-saudara, serta semoga niat baik kita di bulan suci Ramdhan, sesuci dengan harapan dan tujuan kita meraih insan muttaqien dan semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat, Hidayah & Inayah-Nya kepada kita..aamiin.
Salam damai dan sejahtera bagi kita semua
Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Minggu, 08 Juni 2014

Cara Mudah Berpuasa


Cara Mudah menyelenggarakan Kegiatan Romadhon :

1. Pastinya NIAT yang kuat karena Allah ta'ala
2. Biasakan diri menjalani aktifitas keseharian yang tidak lepas dari aspek ibadah.
3. Waktu harus di manfaatkan dengan maksimal
4. Ngabuburit di isi dengan kegiatan belajar, eksperimen, diskusi, wirausaha dll
5. Buat agenda sebaik dan se efektif mungkin, agar ada target-target tertentu 
    selama 1 bulan bisa tercapai seperti, sedekah, khataman, kajian kitab, sholat malam dll
6. Hidupkan Siang dan malam ramadhan dengan menghidupkan sunahnya.
7. Bagi PNS, Wiraswasta dan pelajar/mahasiswa tentunya harus bisa menyesuai-
    kan kondisi/situasi
8. Berserah diri dan bertawakal kepada Allah SWT

Selanjutnya enjoy aja dan nikmati indahnya dan sensai bulan yang mubarok ini dengan berpikir positif.

Beban makan enak, duit harus banyak, baju harus baru, mikirin pulang/mudik. siapin uang receh dan lain-lain sebaiknya tidak usah terlalu dipikirkan. Sebelas bulan sudah cukup kita bekerja dan Allah SWT telah memberi banyak limpahan nikmat.

Segudang beban keluarga dan lebaran buang jauh-jauh, Ingat Ramadhan tidak membebani kita hanya untuk urusan gebyarnya kueh, roti, baju baru, uang, kembang api/petasan dan lain-lain yang bersifat konsumtif. Puasa adalah hidup sederhana dan menahan dari nafsu hingar bingarnya keduniaan.

Ok, jadi  jangan terjebak puasa adalah beban berat karena kebutuhan lebaran. Puasa dalah menahan dari segala yang merusak puasa. Jadi jangan sampai puasa belum kelar, e..kitanya malah ga dapat apa-apa.

OK...selamat mempersiapan diri untuk berpuasa, mari bersama-sama belajar menahan diri. Hanya yang berserah diri dan bertawakal kepada Allah insya Allah pasti merasakan nikmatnya puasa dan seluruh aspek kehidupan di dunia & akherat aamiin

Rabu, 13 November 2013

Membuat Video Sederhana dari Handycam





Pengalaman membuat atau menyimpan video hasil rekaman sendiri adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Sedikit cerita pengalaman pada era 90-an video yang kami buat belum sebagus atau semudah sekarang ini. Saat itu type kamera/camcoder yang saya miliki baru type VHS cukup besar memang jika dibandingkan dengan yang sekarang type kaset HI 8 atau MiniDV yang paling kecil.

Memang dulu saya belum mengenal edit di komputer atau editing, waktu itu edit langsung pada objek yang akan di shoot jika gagal maka di ulang dan bisa di edit dengan menggunakan video player recorder secara manual...he..he...asyik ya...itu cerita dulu...1990-an.(untuk type camcoder paling mutahir silahkan update di internet)

Nah sekarang, kalau anda membeli camcoder type handycam anda tinggal menginstal cd yang sudah disertakan dari produk camcoder itu. jadi setelah di instal silahkan anda melengkapi PC anda dengan hardware Audio Videonya/AV agar kita bisa menginput hasil rekaman kita.

Kemudian buka sofwer bawaan dari produk dan inport video itu ke media edit ( biasanya editnya sangat sederhana dan mudah ). Setelah dirasa cukup dengan ada yang dipotong/dibuang, ada titel/tulisan silahkan diburning/dicopy ke format VCD atau DVD. Dengan demikian PC anda harus suport dengan adanya fasilitas VCD/DVD room-nya.

Mudahkan ? selamat mencoba dan berbagi keceriaan dengan keluarga serta jangan lupa simpanlah kaset hasil rekaman anda di tempat yang kering karena kaset itu adalah master rekaman anda, jika sewaktu-waktu VCD hasil rekaman anda rusak atau hilang, anda masih memiliki masternya dan bisa di olah kembali.

Sablon Kaos Sederhana Tanpa Film Afdruk (model todong)

Anda punya bakat seni gambar atau tulisan, teruskan bakat anda untuk menyablon objek gambar atau tulisan anda di kaos atau kain. Insya Allah untuk sang pemula mudah dan bisa, selanjutnya sering-seringlah anda bereksperimen otomatis pengalaman menambah kepiawaian anda.

Siapkan Alat :
1. Screen 60T atau 90T ukuran 25 x 35 cm
2. Rakel (penggosok pasta/cat kain)
3. Pasta (cat kain)
4. Pewarna / pigmen
5. kertas karton
6. pisau kater
7. Meja atau potongan triplek 60 x 40 (untuk media menyablon)

Caranya :
1. Tulisan atau gambar yang telah siap, selanjutnya disilet atau dilubangi dengan pisau cater sesuai bentuknya.
2. Tempelkan kertas objeknya di atas kain atau kaos.
    ( jika medianya kaos, sebaiknya sisi dalamnya dilapisi kertas agar cat tidak tembus)
3. tempelkan screen di atas kertas tadi,
4. Tuangkan cat/pasta secukupnya di atas screen.
5. Sapulah cat/pasta itu dengan rata menggunakan rakel
6. Angkat screen pelan-pelan dan lihatlah................objek gambar/tulisan telah tercetak...
Selamat mencoba....

Cara Mudah Membuat Gambar Karikatur

Kertas bekas - pulpen sebagai pola gambar

Setelah diedit dengan corel draw
Cara Mudah Membuat Gambar Karikatur 


Membuat karikatur sangatlah mudah, karena hanya dengan pensil dan kertas putih bekaspun jadi, berikut caranya:
  1. Siapkan Pensil tulis atau Pensil B1/B2
  2. Kertas putih/karton
  3. Clipboard atau langsung di atas meja
  4. Serut pensil atau asahan
  5. Penghapus

Langkahnya :
  1. Cari obyek atau tema karikatur
  2. Politik, Sosial, Budaya, Pendidikan atau hiburan
  3. Jika sudah jadi silahkan objek di foto atau discanner
  4. Bisa dengan Corel draw atau photo shoop
  5. Import gambar yang ada di folder ke Corel Draw atau photo shoop
  6. Gambar ulang obyeknya...
Mudahkan…selamat berkreatifitas…
karikatur cowboy


Jumat, 08 November 2013

Es Klining

Grafis: Imam ES

Es klining atau es batu orang kebanyakan menyebutnya demikian, dimasa tahun 80-an es semacam itu adalah sangat lazim dan merakyat bagi kalangan kebiasaan di kampung. Warnanya, merah, kuning, putih dan hijau adalah warna dasar dari lemon sirup yang dibekukan dalam kantong plastik yang memanjang dan di ujungnya diikat dengan karet plastik.

Dalam menjajagannya es itu ditaruh di dalam teremos es yang bentuknya sangat sederhana yaitu seperti teremos air panas pada umumnya, hanya teremos es ini lebih lebar dan tinggi dengan tutupnya dari kayu bulat dan sedikit diganjal kain atau plastik.

Dan bunyi khas jinggelnya adalah menggunakan tutup bel bekas sepeda ontel yang disambung dengan kayu sebagai pegangan dan di dalamnya diikat sebuah cincin atau mur bekas dengan tali kain atau plastic, maka ketika di goyang maka bunyilah klining-klinig. Seperti bel sepeda ontel

------------------------------
Grafis: Imam ES

Sebelum berangkat sekolah, tugas awal yang sudah menyapa tiap hari adalah mengambil teremos es di tempat juragan es. Pagi masih mengembun, langkah kaki mungil itu terus menembus rumput basah diantara kakinya.

Tanganya sesekali menyapa daun-daun teh-tehan dipinggir jalan, dingin dan menyekan jemarinya. Sesekali ia menerobos jalan untuk mempercepat langkahnya, badan masih belum segar karena belum diguyur jernihnya air sumur dirumahnya. Dalam benaknya hanya terpikirkan untuk bisa sampai dan menjual esnya dengan sukses.

Ditaruhlah teremos es itu di ujung sudut ruangan yang biasa untuk berjualan, ia lantas masuk dan membuka bajunya untuk mandi dan siap-siap kesekolah. Tidak jauh memang tempat ia bersekolah, hanya berjarak satu rumah didepannya.

Kini ia asik dengan tugas keduannya yaitu belajar dan mengerjakan tugas sekolah, bajunya yang sangat rapih adalah setrikaan ibundanya yang rajin dengan gosokan arangnya. Bunyi lonceng pertanda istirahat telah berbunyi, semburat anak-anak meluncur dari ruang kelas masing-masing.

Tampak anak lelaki berbadan kecil menghentikan langkah larinya dari ruang kelas, ia melihat teremos yang ia letakan di warung tadi, ia melihatnya dengan girang sebab banyak yang membelinya. Sampai jam sekolah usai, ia langsung mengambil teremos itu dan ternyata masih tersisa separuh lebih sedikit. Mukanya tidak lagi gembira seperti jam istirahat tadi, kini ia mengambil teremosnya dan membawanya pulang.

Setelah berganti baju dan makan siang, ia kembali mengambil teremos itu dan menjajakannya keliling kampong, ia duduk dan melihat teman-teman sebayanya bermain asik di pekarangan. Ia hanya sesekali tersenyum sambil menggoyang-ngoyangkan bel  ditangannya sebagai tanda ia menjajagan es kliningnya.

Setengah jam telah berlalu belum Nampak juga yang membelinya, maka iapun beranjak pergi menuju tempat lain. Dipinggiran sungai ia kembali duduk menunggu orang-orang mancing yang mungkin akan membelinya, namun rejekinya belum datang juga, sampailah waktu menuju sore, esnya masih seperti semuala.

Ia tidak berani pulang sebelum esnya habis terjual, sambil menuju tempat lain ia membunyikan belnya lebih keras dan memberanikan diri untuk bersuara dengan lantang. “Es…es…es….hanya suara burung dan desahan angin yang membalasnya, suasana hari itu terasa sepi dan berat.

Sampailah ia pada akhir kekuatannya, waktu menunjukan setengah empat sore, ia dengan langkah lemas menuju rumahnya untuk membasuh muka dan meminum seteguk air putih dan menggigitnya gula merah didapur sebagai teman manis dimulutnya.

Kini ia keluar lagi untuk menghantarkan esnya pada yang punya/juragan. Dengan harapan yang menipis ia hanya mengantongi uang Rp. 3 (tiga). Karena hanya terjual 30 buah dalam setiap 10 buahnya ia dapat 1 keuntungan.

Grafis: Imam ES


Pagi berikutnya tidaklah berbeda, ia tetap rajin mengambil es untuk dijual. Hari ini sepertinya penuh harap es yang dijualnya akan habis, sebab dikampunya ada hajatan hiburan tujuhbelas agustusan”. Ramai dan bernuansa pasar malam.

Situasinya berbeda dengan hari-hari biasanya, kini dengan senyum lebarnya ia berjalan menngelilingi arena perlombaan berbarengan dengan penjual es lainya yang lebih menarik, yaitu es gosrok dengan taburan limun warna merah di atasnya dan es goyang.

Ia memperhatikan dengan penuh dugaan bahwa esnya jadi tidak laku dan kembali tidak dapat uang. Ternyata, suasana perlombaan di acara Agustusan tidak sesuai harapannya, namun sedikit lebih baik dibandingkan dengan tidak ada perhelatan yang hanya digelar 1 tahun sekali itu.

Ia kembali optimis menjajakan esnya yang masih tersisa sepuluh buah, masih ada satu keuntungan lagi jika semua habis. Sejalan dengan usainya acara dan sepinya penonton, sepipula orang-orang yang berada dilapangan, lantas ia ikut bergegas pula kembali untuk menghantarkan sisa es yang belum terjual.

Materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin)

Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyerahkan buku Fondasi Keluarga Sakinah pada Catin (Foto: IES)   Materi Bimbing...