Minggu, 18 Oktober 2020

Ketua Badko TPQ Kaligondang: Bersyukurlah Menjadi Ustadz TPQ

Ketua Badko TPQ Kaligondang: Bersyukurlah Menjadi Ustadz TPQ

(Desain Grafis: Imam ES)

Ketua Badko Kaligondang, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I mengatakan bahwa bersyukurlah menjadi seorang ustadz di Taman Pendidikan al Quran (TPQ). Karena itu, merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beruntung.

Dan dari ketekunan, kesabaran dan keikhlasanya dalam mengajar dan mendidik sehingga anak-anak dapat menulis dan membaca al Quran.

Demikian diucapkanya dalam kesempatan memberikan pembekalan dan semangat kepada para ustadz TPQ Nurul Iman Penaruban pada acara Pengajian Rutin dan Rapat Bulanan Dewan Ustadz TPQ Nurul Iman di Sekretariat setempat, Sabtu (17/10/2020) malam.

Ketua Badko TPQ Kaligondang, Zaenal Mutaqin (Kanan) di dampingi Kepala TPQ Nurul Iman, Imam Edi Siswanto di acara Pengajian Rutin dan Rapat Bulanan Dewan Ustadz TPQ Nurul Iman, Sabtu (17/10/2020). (Foto: Tri Ani)

Menurut pria yang akrab disapa Zaenal ini, beruntung karena mampu membina anak-anak dari tidak tahu huruf hijaiyah sampai bisa menulis dan membaca al Quran dengan baik dan benar.

Selain itu, Ia juga mendorong kepada para ustadz agar memliki semangat yang tinggi dalam mengajar. Kendala dan tantangan harus dihadapi sebagai sarana memacu diri agar lebih baik.

“Sebagai contoh hujan adalah bukan kendala untuk tidak mengajar TPQ, karena hujan adalah membawa manfaat dan berkah,” ucapnya.

Sifat dan karakter anak-anak di TPQ yang beragam, lanjutnya, tentu membutuhkan metode atau cara yang berbeda pula. Mulai dari anak-anak yang pendiam, aktif, cerdas hingga anak yang butuh perhatian dan bimbingan khusus.

Dialog seputar ke TPQ an di acara Pengajian Rutin dan Rapat Bulanan Dewan Ustadz TPQ Nurul Iman, Sabtu (17/10/2020). (Foto: Imam ES)
 

“Semua itu ada di TPQ, untuk itu berbahagialah kita semua yang diberi kesempatan oleh Allah untuk berdakwah di TPQ,” katanya.

Dari hal tersebut, Zaenal berharap para ustadz-ustadzah terus meningkatkan kompetisinya dengan menambah ilmu agama, ilmu pengetahuan, wawasan keislaman dan pengalaman.

Sementara itu Kepala TPQ Nurul Iman Imam Edi Siswanto SAg, juga berharap terutama kepada para ustadz-ustadzah muda untuk tetap istiqomah. Karena tidak semua remaja atau generasi muda mau dan mampu menjadi tenaga pendidik di TPQ. (*)

 



Jumat, 21 Agustus 2020

Bilangan Bulan adalah Dua Belas Bulan, Ini Ayatnya

Ilustrasi (Foto: Imam ES 19/7/2020)

Bilangan bulan dalam setahun adalah dua belas bulan, tidak kurang dan tidak lebih. Anda bisa membukanya pada kitab Al Quran di rumah pada surat at Taubah atau surat ke 9 ayat 36.

 
Quran Surat At-Taubah Ayat 36

 

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ - 

Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa. (https://quran.kemenag.go.id/sura/9/36).

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat.

Salam dari IES

 

Rabu, 22 Juli 2020

Dalil dan Tujuh Sunah dalam Ibadah Qurban


Ilustrasi : Daging sapi kurban, 11 Agustus 2019 lalu (Foto : Dok. Imam ES)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

 قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

 قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ؛

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh

Masih ditengah-tengah masa pandemi wabah Covid-19, marilah tetap senantiasa memuji syukur kepada Allah karena sampai pada hari menjelang Idul Adha tahun 1441 H/2020 ini, kita masih diberi nikmat sehat untuk saling mengingatkan dalam kebajikan.

Dari peristiwa tersebut, tentunya menjadi keharusan bagi kita untuk juga senantiasa menjaga dan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Marilah senantiasa berupaya melaksanakan apa yang menjadi perintahNYA dan menjauhi apa yang menjadi laranganNYA. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad saw.

Bulan Dzulhijah adalah diantara bulan yang dimuliakan dalam Islam karena salah satunya ada peristiwa yang syarat dengan tauladan pengorbanan seorang hamba Allah yakni Nabi Ibrahim as.

BACA JUGA :

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh
Di antara dalil Alquran yang dijadikan dasar diperintahkanya untuk berkurban adalah adalah surah Al kautsar ayat 2.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).”

Kemudian juga dalam surah Al hajj ayat 36.

وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
 
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Sedangkan di antara hadis yang dijadikan dalil adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata
;

ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم بكبشين املحين اقرنين فرايته واضعا قدميه على صفاحها يسمي ويكبر فذبحها بيده

“Nabi Saw. berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi Saw. meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi Saw. membaca basmalah, takbir dan menyembelih dengan tangannya sendiri.”

Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu secara materi, seperti hadist riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda;

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.”

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh
Berbahagialah kita yang masih diberi nikmat untuk berkurban dengan memotong hewan kurban seperti Sapi, domba ataupun kambing. Karena setidaknya ada Tujuh Sunnah dalam Kurban yang harus kita ketahui.

1. Disunahkan Berkurban dengan Hewan Sehat dan Gemuk
Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya yang ingin berkurban dengan hewan yang bagus dan gemuk. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Albaihaqi dan Hakim disebutkan bahwa Nabi SAW. Bersabda.
اِنَّ اَحَبَّ الضَّحَايَا اِلَى اللهِ اَغْلاَهَا وَاَسْمَنُهَا
Sesungguhnya kurban yang paling dicintai Allah adalah hewan paling mahal dan paling gemuk.”

Dengan demikian berkurban disunnahkan dengan hewan terbaik, harganya mahal dan bertubuh gemuk dan dagingnya banyak.

2. Disunahkan Tidak Memotong Rambut dan Kuku
Bagi kaum muslim yang hendak berkurban dianjurkan/disunnahkan untuk tidak memotong, mencabut rambut atau kukunya mulai awal bulan Dzulhijjah hingga saat menyembelih kurban. Seperti yang disabdakan Nabi SAW :

(إِذَا رَأَيْتُمْ هِلالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ) وفي لفظ له : ( إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا.

Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (H.R. Muslim).

Mazhab Al Malikiyah dan Asy Syafi’iyah menyebutkan bahwa perintah untuk tidak memotong, mencabut rambut atau kukunya hukumnya sunnah.

3. Disunahkan Menyembelih Sendiri Atau Menyaksikan Langsung
Seperti yang dicontoghkan oleh Nabi Muhammad SAW, orang yang akan berkurban disunnahkan untuk melakukan pemotongan hewan sendiri secara langsung. Namun, bila tidak menguasainya maka boleh dilakukan oleh orang lain dan ikut menyaksikan penyembelihannya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT, Rabb alam semesta”. (HR. Abu Daud 2810 dan At-Tirmizi 1521)

Dan jika berhalangan atau hewan dipotong ditempat yang jauh dan tidak bisa ikut menyaksikan, penyembelihan itu tetap sah dan mendapatkan pahala.

Jamaah sholat jumah rohimakumulloh

4. Disunahkan Menghadap Kiblat dan Menajamkan Pisau
Jika hewan sapi atau kambing, maka dibaringkan dan diikat kakinya ketika menyembelih dan dihadapkan kearah kiblat. Hewan kurban harus dijaga agar tidak setres, perut kenyang dan tidak memperlihatkan pisau pemotong/sembelih dihadapan hewan qurban.

عَنْ أَبِيْ يَعْلَى شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : «إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

......... Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala sesuatu. Maka, jika kalian menyembelih, berbuat baiklah dalam menyembelih. Hendaknya kalian menajamkan pisaunya dan memberi ketenangan pada hewan sembelihannya." (HR Muslim).

Dalam menajamkan pisau pun disyariatkan tidak dilakukan di depan hewan yang akan disembelih. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Hakim dari Ibnu Abbas RA.

5. Membaca Basmalah dan Dzikir
Sunnah selanjutnya adalah, membaca basmalah berdzikir kepada Allah ketika penyembelihan hewan kurban. Allah berfirman, ketika menjelaskan tentang berkurban: 

فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ

Sebutlah nama Allah ketika menyembelihnya” (QS. Al-Haj: 36)

6. Makan Daging Kurban
Maksimal sepertiga bagian bagi sohibul kurban atau sikurban untuk memakan bagian hewan kurbannya tersebut walaupun hanya sedikit. Kemudian menghadiahkan serta bersedekah dengan daging hewan kurban tersebut kepada orang lain. Allah berfirman:

فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ......

Makanlah bagian hewan kurban tersebut dan sedekahkan kepada orang yang membutuhkan” (QS. Al-Hajj: 28)

Rasulullah saw bersabda dalam hadits ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha. “Makan, simpan dan bersodaqohlah kalian (dari kurban kalian).” (HR. Muslim: 1971).

7. Menyembelih di Hari Idul Adha
Menyembelih hewan kurban setelah selesai melaksanakan shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah sangat disunnahkan.  Dan penyembelihan hewan kurban juga bisa dilakukan pada hari Tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

“Sesungguhnya yang kita mulai pertama kali pada hari (‘Idul Adha) ini adalah sholat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban.” (HR Bukhori: 5545 dan Muslim: 1961).
  
Jamaah sholat jumah rohimakumulloh

Demikian khutbah singkat kali ini, dan kami berpesan bahwa pelaksanaan shalat idul fitri dan pemotongan hewan qurban dimasa pandemi covid-19 marilah kita bersama-sama tetap disiplin melaksankan protokol kesehatan.

Semoga Allah senatiasa melimpahkan rahmat dan menjaga kita agar dijauhkan dari segala musibah, termasuk musibah covid-19. Dan semoga idul adha tahun ini menjadi media untuk memperbaiki dan meningkatkan diri untuk lebih dekat kepada Allah SWT.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

KHUTBAH KE II
 إنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ . رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّار

وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
 Disusun dari berbagai sumber

#Covid 19
#Kurban
#Idul Adha
#FKPAI
#Penyuluh Agama Islam
#Imam Edi Siswanto

#1 Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Kecintaan Anak terhadap Masjid

Belajar ilmu agama secara konsisten sekaligus salah satu upaya memakmurkan mushala di kampung. (Foto: Imam Edi Siswanto) #1 Peran Keluarga d...