Kamis, 18 Maret 2021

Hadiah Kecil Itu Melipat Dalam Saku

Jumanto (kanan) saat memberikan souvernir kepada Pujianto usai acara pertemuan rutin PAI di kediamannya, Rabu (17/3/2021). (Foto: Imam ES)


Alhamdulillah, dapat hadiah sebuah sovenir dompet kecil dari rekan Jumanto (Kak Jumbo) rekan sesama Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga, Jawa Tengah.

Senyum kebahagian Jumanto, mengiringi rekan-rekan seprofesinya saat berpamitan pulang usai acara pertemuan rutin PAI dari dua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang dan Pengadegan di rumahnya di Desa Pengadegan, Rabu (17/3/2021).

Sebuah tanda mata berupa dompet kecil berwarna hitam untuk tempat Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Kecil memang, karena mudah untuk diselipkan dalam saku atau dompet.

"Buat menyimpan SIM", ucap lelaki berputra dua yang juga dikenal suka melatih mendongeng ini dengan senyum saat memberikan sovenir.

Sepintas, memberikan hadiah berupa sovenir tampak biasa-biasa saja. Namun menurut saya, ada pesan yang mendalam jika melihat akan fungsi dari sovenir itu.

Seperti kita ketahui, SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan (Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009).

Untuk mendapatkan SIM juga bukan barang mudah, karena ada beberapa tahapan tes atau ujian tertulis dan praktik. Dan dibutuhkan beberapa hari untuk mendapatkanya.

Menurut kami secara psikologis, seseorang yang diberi hadiah akan senang dan berbahagia. Oleh karena itu, siapa saja yang diberi hadiah harus berusaha membalasnya.

Aisyah bercerita,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا

“Rasulullah SAW biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” (HR. Bukhari).

Kemudian aspek sosiologis, memberi hadiah akan menimbulkan rasa cinta di antara sesama, membangun ukhuwah, dan memperteguh hunungan sosial.

Nabi SAW bersabda,

تَهَادُوا تَحَابُّوا

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai," (HR. Bukhari).

Saling memberi hadiah berarti berbuat kebajikan. Allah SWT berfirman.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran," (QS. al-Nahl/16: 90). 

Jadi saat kita memberi hadiah adalah salah satu bukti kita melaksanakan perintah Allah SWT.

Maka, sovenir kecil yang berfungsi untuk tempat surat berharga itu menjadi cukup istimewa dan menjadi kenangan indah.

Dengan memberi hadiah, jalinan silaturahim menjadi semakin erat. Komunikasi sesama rekan seprofesi juga semakin hangat.

Terimakasih Kak Jumbo, hadiahnya sangat bermanfaat. Semoga menjadi amal ibadah. Dan semoga Allah menggantinya dengan pahala dan rezeqi yang bermanfaat dan baarokah, aamiin. (IES)

Senin, 15 Maret 2021

Kreatif, Teras Rumah Jadi Kolam Ikan

Kolam ikan hias di depan rumah (Foto: Imam ES)

Teras kecil di halaman rumah milik seorang warga Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah direnovasi menjadi kolam ikan hias yang cukup menarik. Adanya kolam mini, menambah suasana depan rumahnya menjadi lebih indah dan menambah betah.

Kolam ikan hias berukuran tinggi 60 CM, lebar 90 CM , panjang 2,25 Meter dan dalam air 45 CM ini, dibuat dimasa Pandemi Cobid-19. Masa untuk banyak tinggal di rumah dimanfaatkanya untuk membuat kolam ikan tersebut.

Kolam ikan hias yang masih menyatu dengan rumah, berada tepat di depan rumah sebelah kiri. Posisi yang sebelumnya dimanfaatkan untuk menaruh aneka tanaman dan beberapa perabotan seperti tempat sepatu dan sandal, kini berubah menjadi kolam ikan hias yang minimalis.

Baca Juga : https://ediripin.blogspot.com/2021/03/modal-kecil-manfaakan-sudut-rumah-jadi.html

Uniknya, kolam ikan tersebut juga di beri kaca bening tembus pandang layaknya aquarium di tempat wisata ikan. Sehingga ikan koi dan ikan emas yang berenang dengan ceria di iringi suara lembut air terjun, akan terlihat dari luar dan tentunya akan selalu menyapa tamu atau pejalan kaki yang lewat. 

Aneka ikan hias yang tampak dari luar kaca selalu menarik perhatian anak-anak yang lewat, sehingga menjadi salah satu hiburan gratis. 

Sebuah kolam ikan hias dari renovasi teras rumah (Foto: Imam ES)

Kolam ikan hias tampak selalu jernih, karena ada empat kolam kecil disampinga. Salah satunya berisi chamber di dalamnya yang berfungsi untuk memfilter atau menyaring air.

Menurut pemiliknya, kolam dengan dinding kaca di buat dengan merenovasi tembok yang sebelumnya berfungsi sebagai tralis teras. Kemudian diganti dengan kaca bening yang cukup tebal menyesuaikan kekuatan tekanan air kolam ikanya.

Adapaun biaya untuk merenovasi cukup terjangkau, yakni untuk ongkos tukang, beli peralatan pompa air, serta pernak-pernik kolam lainya.(IES)

Modal Kecil, Manfaatkan Sudut Rumah Jadi Taman Bunga

Taman Minimalis disalah satu sudut teras belakang rumah. (Foto: Imam ES)

Sisi keindahan adalah fitrahnya manusia. Siapapun suka akan suasana yang indah, asri, sejuk dan nyaman. Dengan modal kecil, kita bisa memanfaatkan sisi ruang atau sudut rumah  kita menjadi taman bunga yang indah.

Sudut ruang rumah kita, biasanya berada di teras depan atau belakang. Namun bisa jadi sudut ruang itu berada di ruang tamu, bagian samping atau dilantai dua, tiga rumah kita. Yang jelas kita bisa memanfaatkan sudut rumah yang kurang atau tidak maksimal pemanfaatannya.

Berdasarkan beberapa pengalaman pribadi dan pengamatan pada rumah-rumah teman, kami mencoba menghadirkan beberapa tips yang mungkin bisa dicoba di rumah para pembaca setia kami.

Baca Juga : https://ediripin.blogspot.com/2021/03/kreatif-teras-rumah-jadi-kolam-ikan.html

Kita mulai dari teras atau halaman rumah bagian kiri. Bagi kami yang tidak memiliki halaman atau pekarangan depan rumah yang luas, cukuplah bagi kami memanfaatkan beberapa meter persegi untuk menjadi taman minimalis.

Kita bisa menaruh beberapa pot dengan berbagai aneka bunga kesukaan kita. Dari pot ukuran sedang hingga pot ukuran besar. Karena ruang yang sempit maka kami sarankan lebih banyak menaruh pot bunga dengan ukuran yang kecil dan sedang. Untuk ukuran besar cukup 1 atau 2 saja. (Seperti tampak dalam gambar).

Taman Minimalis disalah satu sudut teras depan rumah. (Foto: Imam ES)
Berikutnya, sisi depan bagian kanan. Bagi rumah yang memiliki ruang untuk tempat parkir kendaraan roda dua atau roda empat sebaiknya bisa ditempatkan pot bunga ukuran kecil yang tersusun rapi di atas rak besi, bambu, kayu atau menggantung/menempel di dinding agar tidak mengganggu aktifitas keluar masuk kendaraan. (Seperti dalam gambar)

Selanjutnya, masih disisi bagian depan rumah, seperti kios atau gudang yang mungkin tidak/belum dimanfaatkan. Karena tepat dipinggir jalan atau gang, maka disudut ruang ini bisa ditempatkan pot bunga dengan ukuran cukup besar dengan pohon atau bunga yang berbatang besar juga. Seperti pohon sawo, jeruk, jambu dan lain lain. Dan aneka pohon atau tanaman yang cukup besar bisa berfungsi sebagai penahan debu. (Lihat gambar atas).

Taman Minimalis disalah satu sudut teras depan rumah. (Foto: Imam ES)
Terahir kita manfaatkan sudut rumah bagian belakang atau teras belakang. Karena posisnya di dalam bagian rumah, aneka pot, bunga dan tanaman lainya bisa kita tempatkan sesuai selera. Mulai dari bunga berbatang kecil hingga tanaman bunga yang merambat.

Pot juga bisa ditempatkan langsung di atas tanah, di atas bebatuan atau pondasi kolam ikan atau bisa juga menempel di tembok rumah.

Kelebihan dari pot bunga yang berukuran kecil dan sedang membuat kita bisa merubah posisi sesuai keinginan. Misal, setelah pulang kerja kita bisa mengisi waktu santai kita dengan melihat-lihat bunga di rumah dan bisa jadi sambil merubah posisi atau tempat bunga.

Selain memiliki taman bunga yang murah meriah, manfaat lainya adalah suasana rumah kita menjadi cukup asri, hijau dan udara menjadi lebih segar dan menyehatkan. (IES)


Jumat, 12 Maret 2021

Ini 9 Penulis Terbaik Penyuluh JPH Kankemenag Purbalingga

 

Foto bersama PAI bidang JPH dengan Kasi Garazawa, Syarif Hidayat dan Penyuluh Fungsional Pendamping, Sri Mulyati (tengah baju abu-abu) di rumah Ahmad Mufaqih Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Rabu (10/3/2021). (Foto: Dok JPH)

PURBALINGGA – Ada 20 orang Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS yang tergabung dalam bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Kantor Kemenag (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Sembilan penulis terbaik yang kami rangkum dalam satu narasi ini, adalah berdasarkan artikel yang ditulis pada acara pelatihan menulis informasi positif dipertemuan rutin JPH dan dipublikasikan di blog pribadi masing-masing penulis dan website Kemenag Purbalingga.

Berikut artikel dari 9 penulis terbaik yang sudah kami edit.

1.    Ahmad Mufaqih / KUA Mrebet 2

Judul : Ini Topik Bahasan Pertemuan Rutin PAI Bidang Produk Halal Kankemenag Purbalingga

 

Penyuluh Agama Islam (PAI) Bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menggelar pertemuan rutin.

 

Dalam pertemuan yang digelar di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga pada Rabu, (10/3/2021) tersebut diantaranya membahas hal yang terkait dengan program Zona Integritas (ZI) Kankemenag Purbalingga.

 

Selain itu juga membahas dan mendiskusikan tentang prosedur dan pendampingan pembuatan Sertifikat Halal  untuk produk maknan dan minuman yang ada di masyarakat. Kemudian juga dibahas tentang upaya peningkatan tugas dan fungsi (tupoksi) Penyuluh Agama Islam dalam peningkatan dakwah melalui internet dan pelayanan di KUA. 

 

Hadir juga dalam acara tersebut, Penyuluh Fungsional Sri Mulyati dan Penyuluh Non PNS dari dua puluh KUA yang ada dilingkungan Kankemenag Purbalingga.

 

https://faqieh123.blogspot.com/2021/03/pertemuan-pai-bidang-jaminan-produk.html 

 

2.    Fitriani Pusporini / KUA Padamara

Judul : PAI Bidang JPH Mendunia Melalui Sosmed

Penyuluh Agama Islam (PAI) Bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga, Jawa Tengah berusaha mewujudkan dakwah melalui Sosial Media (Sosmed) sehingga bisa mendunia.

Demikian salah satu hasil diskusi dalam pertemuan rutin PAI bidang JPH di kediaman Faqih di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Rabu (10/3/2021).

Menurut penulis, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PAI bidang JPH untuk melaksankan kegiatan kepenyuluhan dengan memposting pesan-pesan agama dan kebijakan pemerintah.

Antusiasme PAI bidang JPH dalam usahanya berdakwah melalui internet dan pemanfaatan sosial media, selaras dengan program Zona Integritas (ZI) yang sedang digaungkan oleh Kankemenag Purbalingga.

Dalam kesempatan acara itu, Kasi Garazawa Kankemenag Purbalingga Syarif Hidayat dan Sri Mulyati selaku Penyuluh Fungsional pendamping JPH, sama-sama menegaskan bahwa setiap PAI untuk bersama-sama mensukseskan ZI salah satunya dengan memberikan pelayanan terbaik di KUA masing-masing.

Hadiri dalam acara tersebut, Ketua JPH, Samiin dan sembilan belas penyuluh lainya.

https://fitrianapusporini.blogspot.com/2021/03/pai-bidang-jph-mendunia-melalui-medsos.html

3.    Samiin / KUA Mrebet 1

Judul : Hadiri Rapat Bidang JPH, Kasi Garazawa Tekankan Pentingnya Sukses ZI 

Ketua JPH, Samiin (Foto: Imam ES)

Dalam kesempatan saat memberikan pengarahan, Kasi Garazawa Kankemenag Purbalingga Syarif Hidayat, menekankan untuk suksesnya program Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kementerian Agama Purbalingga, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikannya pada acara pertemuan rutin Penyuluh Agama Islam (PAI) bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Kankemenag Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (10/3/2021).

“Suksesnya program ZI, adalah kepentingan kita semua. Dan masyarakat luas juga yang akan merasakan” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan belajar menulis berita di sosial media seperti blog. Pelatihan dipandu oleh PAI dari KUA Kaligondang, Imam Edi Siswanto atau yang akrab disapa IES.

Hadir dalam pertemuan tersebut Penyuluh fungsional pendamping JPH Sri Mulyati, Ketua PAI bidang JPH Samiin dan PAI Jaminan Produk Halal dari 20 KUA di Purbalingga.

https://samiinalmuvid.blogspot.com/2021/03/blog-post.html 

4.    Siti Rofiqoh / KUA Bojongsari

Judul : Alhamdulillah, Sertifikat Halal Gratis

Program sertifikat halal gratis adalah menjadi peluang bagi produsen makan dan minuman untuk melegalkan produk.

Demikian diungkapkan oleh Kasi Garazawa Kankemenag Purbalingga, Syarif Hidayat dalam acara pertemuan rutin  Penyuluh Agama Islam (PAI) bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Kankemenag Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (10/3/2021).

“Kita akan mendampingi pelaku usaha dalam proses pengurusan sertifikat halal di kantor kemenag Purbalingga. Dan ini gratis,” ucapnya.

Masih terkait program ZI, Sri Mulyati selaku Penyuluh Fungsional pendamping dari Kankemenag Purbalingga untuk bidang JPH, mengingatkan agar para PAI saat bekerja di KUA harus melaksanakan tugas dan pelayanan pada masyarakat secara maksimal.

Sebelumnya dalam acara sambutan dan kajian rutin, Ketua JPH Samiin mengingatkan agar kita untuk selalu berhati-hati dalam makan dan minuman.

Karena menurutnya, sekali makan atau minum sesuatu yang haram maka dalam 40 hari kedepan doa ketika tidak dikabulkan oleh Allah SWT.

Selain itu dalam acara rutin ini juga diisi pelatihan menulis untuk website dan blog atau sosial media (sosmed) yang kedua oleh Imam Edi SIswanto atau IES.

Hadir dalam pertemuan tersebut Penyuluh fungsional pendamping JPH Sri Mulyati, Ketua PAI bidang JPH Samiin dan PAI Jaminan Produk Halal dari 20 KUA di Purbalingga.

5.    Ibnu Mas’ud / KUA Kejobong

Judul : Pentingnya Makanan Halal Bagi Manusia

Pentingnya Makanan Halal Bagi Manusia menjadi topik utama dalam diskusi yang digelar pada rapat rutin Penyuluh Agama Islam (PAI) bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Kankemenag Purbalingga, Jawa Tengah.

Kajian bertema makanan dan minuman halal yang disampaikan oleh Ketua bidang JPH Samiin, kali ini digelar di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (10/3/2021).

Dari diskusi dan kajian soal makanan dan minuman halal, saya berpendapat bahwa manusia sebagai mahluk sosial tentu tidak bisa hidup sendiri. Karena untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder sangat membutuhkan bantuan orang lain.

Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Al Baqoroh ayat 172 yang berbunyi   

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

 

Yang artinya, Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

 

Bahkan makanan halal juga sangat penting untuk keselamatan baik di dunia dan ahirat. Sebagai mana dijelaskan dalam hadis nabi Muhammad SAW.

 

كُلُّ لَحْمٍ وَدَمٍ نَبَتَا مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِمَا  

 

artinya “Setiap daging dan darah yang tumbuh dari perkara haram, maka neraka lebih utama terhadap keduanya,” (HR Al-Thabrani). Maka dari itu, saya mengajak marilah kita jaga makanan kita agar selamat.

Damikian uraian singkat diskusi tersebut.

Usai diskusi, selanjutnya acara diisi dengan pembinaan oleh Kasi Garazawa Kankemenag Purbalingga, Syarif Hidayat tentang Suksesnya program Zona Integritas (ZI) Kankemanag Purbalingga.

Kemudian tentang pendampingan Sertifikasi Produk Halal dan pembahasan peningkatan peran penyuluh di tengah masyarakat.

Diahir acara, dilanjutkan pelatihan menulis tingkat dasar untuk website, blog dan sosial media yang dipandu oleh PAI dari KUA Kaligondang Imam Edi Siswanto.

Hadir dalam pertemuan, Penyuluh Fungsional Pendamping JPH, Sri Mulyati, Ketua PAI bidang JPH Samiin dan PAI Jaminan Produk Halal dari 20 KUA di Purbalingga serta empat orang PAI dari KUA Mrebet.

https://masibnumasud.blogspot.com/2021/03/pentingnya-makanan-halal-bagi-manusia.html?showComment=1615520153561#c7220635362330645904 

6. Pujianto / KUA Pengadegan

Judul : Gencarkan Dakwah Halal, PAI Bidang JPH Kompak Menulis Bareng

Gencarkan dakwah dan sosialisasi Produk Halal di internet dan sosial media, Penyuluh Agama Islam (PAI) bidang Jaminan Produk halal (JPH) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah kompak menulis dan menyusun bareng sebuah berita atau artikel.

Kegiatan menulis bareng digelar usai acara pertemuan rutin di kediaman Faqih di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah , Rabu (10/3/2021).

Materi pelatihan jurnalistik dasar disampaikan oleh Imam Edi Siswanto atau yang akrab di sapa Pak IES dari PAI KUA Kecamatan Kaligondang.

Dalam kesempatan menyampaiakn materi, IES mengungkapkan keprihatinnnya bahwa media dan informasi yang berbasis agama di internet masih kalah jauh dengan dengan media-media mainstream lainya.

Untuk itu, menurutnya jika PAI dalam berdakwah tidak melalui internet atau sosial media maka jangkauannya sangat terbatas. Belum lagi tantangan yang hadapi para PAI bidang Produk Halal terkait produk haram atau produk yang subhat dan berita hoaks yang bertebaran di sosmed.

Maka dari itu, IES mengajak seluruh PAI untuk memperluas jangkaun dakwahnya dengan memanfaatkan teknolohi informasi melalui internet dan sosmed.

Dengan PAI hadir di dunia internet, selain meramaikan menurutnya juga bisa menjadi menjadi penyeimbang informasi. Dan sukur tulisan atau atrtikelnya bisa menjadi rujukan bagi masyarakat. Karena informasi yang disampaikan adalah pemberitaan yang benar, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Hadir dalam pertemuan, Kasi Garazawa Kankemenag Purbalingga Syarif Hidayat, Penyuluh Fungsional Pendamping JPH, Sri Mulyati, Ketua PAI bidang JPH Samiin dan PAI Jaminan Produk Halal dari 20 KUA di Purbalingga serta empat orang PAI dari KUA Mrebet.

https://jiepoer.wordpress.com/2021/03/11/46/ 

7.    Estin Hidayat / KUA Kutasari

Judul : Di Desa Kradenan, PAI Bahas Produk Halal

Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menjadi tempat pelaksanaan kegiatan rapat rutin oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Purbalingga, Rabu (10/3/2021). 

Pertemuan dihadiri Kasi Garazawa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Syarif Hidayat dan Penyuluh Fungsional Ibu Sri Mulyati. Kemudian PAI dari 20 KUA seKabupaten Purbalingga dan ditambah empat orang PAI dari KUA Kecamatan Mrebet.

Ketua bidang Produk Halal Samiin dalam kata sambutan dan kajianya mengatakan tentang pentingnya menjaga diri dan keluarga dari makanan halal, haram dan subhat.

Ia berpesan bahwa dalam surat Abasa ayat 24, bahwa  maka hendaklah manusia memperhatikan apa yang dimakannya. Maksud dari ayat diatas adalah  harus memakan makanan yang halal. Dan menghindari atau menjauhi  sesuatu yang haram.

Kasi Garazawa Kankemenag Purbalingga, Syarif Hidayat dan Penyuluh Fungsional Pendamping JPH, Sri Mulyati yang hadir dalam kesempatan itu keduanya meminta agar PAI bisa mendampingi para pemilik usaha dalam proses pengurusan sertifikat halal.

Dan PAI Non PNS juga diminta untuk membantu pekerjaan di KUA masing-masing, agar masyarakat semakin puas dan nyaman dalam pelayanan sesuai program Zona Integritas yang sedang digaungkan oleh Kankemang Purbalingga.

8.  Maftuhatirrohmah / KUA Karangmoncol 2

Judul : Samiin: Makanan Halal dan Toyib Jadikan Hati Bersih

Ketua Bidang Jaminan Produk Halal (JPH) Penyuluh Agama Islam (PAI) Kankemenag Purbalingga, Jawa Tengah Samiin mengatakan memakan dan meminum yang halal dan toyib menjadikan hati bersih.

Demikian dikatanya dalam sambutan sekaligus kajian di acara pertemuan rutin bidang JPH di kediaman Faqih di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Rabu (10/3/2021).

“Makanan halal dan toyib itu membersihkan dan melembutkan hati. Maka dengan hati yang bersih doa pun akan terkabul. Sebaliknya maknan haram mengakibatkan tertolaknya doa,” ungkapnya.

Pesan singkat dan padat tersebut menjadi bahan diskusi yang cukup hangat, mengingat makan dan minum adalah kebutuhan primer yang dikonsumsi setiap hari oleh manusia. Maka tidak heran jika diskusi yang bertema seputar halal,mulai dari dasar hokum, perundang-undangan dan problematika dimasyarakat selalu hangat untuk didiskusikan.

Usai acara diskusi, dilanjutkan dengan pembinaan dari Kasi Garazawa Syarif Hodayat, ia mengajak PAI di Kabupaten Purbalingga untuk mensukseskan Zona Integritas (ZI). Dengan mewujudkan wilayah yang bebas korupsi dan gratifikasi.

Diminta juga agar PAI bisa mendampingi para pemilik usaha kecil dan menengah selama proses pembuatan sertifikat halal.

PAI Fungsional selaku pendamping bidang JPH, Hj. Sri Mulyati juga menekankan agar PAI juga untuk memberikan pelayanan di KUA dengan maksimal dan dengan santun dan baik.

Acara ditutup dengan kegiatan pelatihan membuat dan menyusun berita untuk blog dan sosial media oleh Imam Edi Siswanto atau IES dari KUA Kaligondang.

http://purbalingga.kemenag.go.id/berita/read/samiin-makanan-halal-dan-toyib-jadikan-hati-bersih- 

9.    Sholihah Juliana / KUA Rembang

Judul : Ini Cerita Pertemuan Penyuluh Produk Halal yang Kaya Manfaat

Seperti biasa Penyuluh Agama Islam (PAI) bidang Jaminan Produk Halal (JPH) se Kabupaten Purbalingga, Jawa tengah mengadakan pertemuan rutin yang digelar setiap dua bulan sekali.

Pertemuan kedua selama masa pandemi Covid-19 dilaksanakan di rumah Ahmad Mufaqih di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Rabu (10/3/2021).

Hadir, Kasi Garazawa Kankemenag Purbalingga Sarif Hidayat.  Kemudian Sri Mulyati selaku Penyuluh Fungsional pendamping bidang JPH dan Ketua Penyuluh bidang JPH Samiin.

Sharing materi mengawali bahan diskusi yang diisi oleh Ketua bidang JPH, Samiin. Dilanjutkan dengan pembinaan oleh kasi Garazawa dan Penyuluh Fungsional selaku pendamping, dengan demikian suasana acara semakin hangat dan kaya manfaat.

Samiin dalam sambutannya dan kajian materi seputar perkara halal, syubhat dan haram. Menurutnya ketiga perkara tersebut memiliki dampak tersendiri. Perkara halal akan memberi ketenangan hati, perkara syubhat akan menggelapkan hati dan perkara haram akan membuat hati mati.

Usai kajian, selanjutnya diisi oleh Imam Edi Siswanto dengan materi pandangan tentang pentingnya menulis dan berliterasi digital. Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh PAI di Kabupaten Purbalingga agar bias mengenal, menyukai dan sukur mewarnai dunia digital dalam berdakwah.

Sebagai bukti bahwa PAI bidang JPH serius menyikapi tantangan dan peluang tersebut, maka diahir acara pertemuan langsung megadakan pelatihan dan menyusun berita dan artikel untuk dipublish di blog masing-masing.

Berikutnya saat pembinaan yang diisi oleh Sarif Hidayat dan Sri Mulyati setidaknya ada tiga antara lain.

1. Prosedur pengajuan Sertifikat halal

Sri Mulyati mengimbau kepada penyuluh bidang JPH untuk memahami betul prosedurnya. Hal ini bertujuan agar kelak bisa membantu pendampingan kepada masyarakat pemilik usaha yang ingin mengajukan sertifikat halal.

 

Kasi GaraZawa menegaskan bahwa permohonan sertifikat halal itu gratis dan ada pendampingan dari Satgas di Kankemenag untuk para pemilik usaha. Penyuluh diharapkan mensosialisasikan ini kepada masyarakat.

2. Zona Integritas (ZI)

Dalam rangka menyukseskan ZI, penyuluh selain menguasai tupoksi juga diharapkan ikut serta membantu pelayanan KUA dengan pelayanan sebaik mungkin. Sehingga tamu merasa nyaman dan tidak kesulitan.

 

Sri Mulyati juga mengimbau penyuluh untuk  membantu menyosialisasikan terkait biaya nikah di luar KUA kepada masyarakat agar tidak ada kesalahpahaman.

 

Sementara, Kasi Gara Zawa menambahkan pelayanan terhadap tamu difabel juga perlu diperhatikan.

3.  Literasi digital

Nah, hal yang menambah menarik dari pertemuan kali ini adalah ada sesi belajar literasi digital bersama Imam Edi Siswanto (IES).


IES dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyuluh saat ini harus menguasai media sosial dan banyak-banyak berliterasi.

 

Tanpa basa-basi rekan-rekan penyuluh bidang JPH langsung belajar bersama membuat berita. 

 

Dijelaskan oleh IES, bahwa untuk membuat suatu berita harus mengandung unsur 5W + 1H, topiknya menarik, tidak typo dan tidak bertele-tele isi narasinya.

Demikian, menurut saya jumpa rutin kali ini penuh manfaat dan seru. Sharing materi seputar JPH menambah ilmu.

Pembinaan menjadikan para penyuluh semakin semangat meng upgrade kualitas diri sehingga bisa menjalankan tupoksi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

Belajar literasi digital membuat penyuluh ngeli (ngeli;  bahasa Jawa yang artinya mengikuti aliran air tetapi tidak hanyut terseret arus) dengan perkembangan zaman saat ini. 

Dan penyuluh diharapkan lebih kekinian dengan jangkauan kepenyuluhan yang lebih luas.(*)

https://tibaurip721.blogspot.com/2021/03/jumpa-rutin-penyuluh-bidang-jph-seru_10.html 

http://purbalingga.kemenag.go.id/berita/read/ini-cerita-pertemuan-penyuluh-produk-halal-yang-kaya-manfaat 

Editor : Imam Edi Siswanto (IES) KUA Kaligondang

 

 

Materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin)

Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyerahkan buku Fondasi Keluarga Sakinah pada Catin (Foto: IES)   Materi Bimbing...