Kamis, 31 Oktober 2013

"Nyelkamin"






sing duwur kepengin tambah duwur
bisa juga kepengin endep.
Sing endep kepengin tambah endep
Bisa juga kepengin duwur.

Sing sugih kepengin tambah sugih
Bisa juga kepengin mlarat.
Sing mlarat kepengin tambah mlarat
Bisa juga kepengin sugih

Sing pinter kepengin tambah pinter
Bisa juga kepengin bodo
Sing bodo kepengin tambah bodo
Bisa juga kepengin tambah pinter

Sing ayu kepengin tambah ayu
Bisa juga kepengin ala
Sing ala kepengin tambah ala
Bisa juga kepengin ayu.

Sing kyai kepengin dadi wali
Bisa juga kepengin dadi santri
Sing santri kepengin dadi kyai
Bisa juga kepengin dadi wali

Sing artis kepengin dadi diva
Bisa juga kepengin dadi idola
Sing idola kepengin dadi artis
Bisa juga kepengin dadi diva

Sing nyoblos kepengin dadi presiden
Bisa juga kepengin dadi dewan
Sing presiden kepengin dadi seumur hidup
Bisa juga seumur hidup kepengin nyoblos.

Sing ngguyu He..he..….kepengin ha..ha..
Bisa juga kepengin hi..hi…
Sing nangis hem..hem…kepengin  nggero-nggero
Bisa juga kepengin mung mbatin…tok.

Nyelkamin.


Ilmiah atau tidak
dan saya hanyalah orang biasa
Imam edi siswanto 21 September 2013

Masjid dan Mushala Kebanggaanku



Pengajian rutin Remaja Masjid di masjid Baitul Muttaqien (Foto: Imam ES)
Masjid dan Mushala Kebanggaanku
(sebuah catatan kecil)

Secara dhohiriyah kita bisa melihat sejumlah bangunan tempat ibadah kaum muslim di desa kita (Desa Penaruban) sebanyak 14 Masjid/mushala dengan status yang berbeda dalam penyebutan dan fungsinya (sholat Jum’at).

Satu bangunan berdiri dengan nama dan fungsi Masjid dan dua berdiri dengan fungsi mushala. Kemudian berkembang menjadi Masjid, selebihnya 11 lagi masih berfungsi sebagai Mushala dan merata di setiap dusun/dukuh.

Dari sudut sejarah kami tidak tahu pasti kapan Islam mulai masuk dan siapa/tokoh yang membawa Islam ke kampung kita hingga munculah surau atau langgar. 

Disamping rujukan sejarah juga tidak ada, tapi mungkin sejarah dari mulut ke mulut bisa saja kita telusuri dengan catatan sumbernya bisa kita pertanggungjwabakan.

Baca Juga :
https://ediripin.blogspot.com/2013/08/sepenggal-cerita-di-serambi-masjid.html

https://ediripin.blogspot.com/2013/08/uneg-unegku-di-trotoar.html

https://ediripin.blogspot.com/2013/08/nonton-tv-jaman-jadul_144.html

https://ediripin.blogspot.com/2013/08/risban-kursi-bambu-panjang.html

Baik, kita tinggalkan dulu soal sejarah itu, kami lebih fokus kepada aspek berdirinya sebuah bangunan tempat ibadah dan pengaruhnya di masyarakat.

Kita mafhum bahwa berdirinya mushala-mushala di sekitar kita adalah bukti telah tumbuhnya kesadaran dan kemauan warga dalam memenuhi sarana/tempat beribadah dilingkungannya, terlepas dari maksimal atau belum mushala itu sebagai pusat kegiatan hal ini kita bahas selanjutnya.

Beridirinya sebuah bangunan tempat ibadah adalah lahirnya kesadaran rohani secara kumulatif. Kesadaran itu mengalir dan mengumpul menjadi kesadaran sosial yang selanjutnya menjadi peluru yang melesat kuat dengan lahirnya kesadara-kesadaran baru.

Kesadaran baru itu, seperti infaq, sodaqoh, zakat serta kesadaran untuk bergotong royong secara fisik demi berdirinya cita-cita yang agung untuk memiliki sebuah bangunan untuk bersujud yaitu rumah Allah, mushala, langgar. Atau surau.

Aspek inilah yang menurut hemat kami sangat menarik dan perlu di gali apa sebenarnya hikmah di balik semangatnya mendirikan tempat ibadah itu. Sebab dari ke 14 belas bangunan itu bila ditelusuri dari sudut perkembangan kesadaran untuk mendirikannya, tokoh penggeraknya, sumber dananya, kegotong royongannya dan lain sebagainya bisa kita sebutkan bahwa kesemuanya itu ada persamaan dan perbedaan dalam berproses mewujudkan sebuah mushala/masjid.
Pengajian rutin Remaja Masjid di mushala al Haq Dusun 1 Penaruban (Foto: Imam ES)

Kesamaanya adalah bahwa, pertama kesadaran itu timbul karena proses silaturahmi dan dialogh antar tokoh masyarakat yang kemudian melebar kewarga, Kedua adanya faktor prestise sosial ketika bisa membuktikan berdirinya sebuah bangunan mushala dilingkungannya, sebut saja adanya rasa kebanggaan dan bukti kemampuan sosial.

Lalu ketiga adalah adanya keyakinan yang lazim di masyarakat bahwa membangun tempat ibadah tidak ada istilah tidak rampung atau selesai “ Pasti rampung”. Inilah yang menurut kami tiga hal alasan mendasar semangat di masyarakat dalam hal itu.

Kemudian apa yang menyebabkan timbulnya perbedaan dalam “berproses” mendirikan bangunan masjid/mushala itu?. Yang pertama adalah faktor kemampuan memobilisasi masyarakat pada tataran sosialisasi pentingnya sarana ibadah. Hal ini terbukti bahwa ke 14 bangunan itu tidak ada yang berdiri dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kemudian yang kedua adalah faktor pertama tersebut berpengaruh pada kemampuan secara finansial/pendanaan. Sebab mendirikan sebuah bangunan sekalipun dulu belum menggunakan batu bata, semen dan sebagainya, tetapi bangunan yang terstruktur dari bambu dan kayu tidak terlepas dari besarnya dana yang di butuhkan waktu itu.

Dan ketiga adalah belum seragamnya kemampuan secara keilmuan, spiritual dan tanggung jawab dalam pengelolaan memakmurkan masjid/mushala, seperti Susunan Takmir, imam, muadzin, pengurus rumah tangga hingga pengelolaan zakat, infak, wakaf, sodaqoh serta tanggung jawab memakmurkan jama’ahnya/warga sekitarnya.

Saat bangunan sudah berdiri, selanjutnya adalah apa yang harus dilakukan dengan bangunan itu?. Maka baiknya kita mengetahui dan faham akan fungsi dan manfaat bangunan sarana ibadah tersebut ( hal ini akan di bahas pada tema khusus ).

Dan hal ini akan kembali kepada masyarakat itu sendiri, Sesungguhnya jika masyarakat sudah mampu mendirikan bangunan ibadah secara fisik maka pertanyaan bagaimana pengelolaannya tidak perlu terlontar.

Sebab idealnya keberanian mendirikan bangunan secara fisik tentunya telah siap pula kesiapan secara mental, keilmuan dan rohaninya, Tapi tidaklah mengapa jika pertanyaan itu muncul sebab dari sinilah sebenarnya kami berani menulis “SEBERAPA JAUH PENGARUH MASJID/MUSHALA PADA PEMBANGUNAN MASYARAKAT ATAU LINGKUNGANNYA”,

Jadi sangat wajar jika pertanyaan itu muncul dan ini akan selalu menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat,

Pertanyaanya, pertanyaan tersebut ditujukan kepada siapa dan mengapa harus bertanya? Menjawab soal tersebut tidak mungkin hal itu dilakukan secara bebas. Tapi pastinya kepada yang mewakili menjadi pengurus atau takmirnya.

Sangatlah tidak mungkin jika bangunan telah berdiri tapi tidak ada takmir dan tidak ada aktifitasnya. Pengurus masjid/mushala adalah manifestasi dari tanggungjawab rohani dan sosial. Agar aktifitas peribadahan dan sebagainya bisa tertata/termanajemen dengan baik.

Dan sangat disayangkan jika sebuah bangunan berdiri tidak ada pengurusnya. Namun bisa saja hal ini terjadi karena kemampuan memiliki sarana ibadah baru sebatas mampu membangun tempat ibadah tapi belum memiliki kemampuan/ilmu pengelolaannya.

Menurut hemat kami inilah yang sangat menarik. Sebab bicara soal kemampuan keilmuan dalam mengelola masjid/mushala adalah bisa menjadi bukti berjalannya aktifitas peribadahan ritual/sholat berjamaah dan pengorganisasian aktifitas jama’ah atau warga sekitarnya.

Dan inipun tidak berhenti pada persoalan adanya aktifitas yang berjalan di masjid/mushala tersebut atau kasarnya bisa disebut “asal jalan”. Aktifitas masjid itu harus mampu berdimensi uluhiyyah/rubbubiyah dan insaniyah/kemanusiaan,

Jadi jika tempat ibadah itu dimanfaatkan sebatas untuk sholat berjama’ah saja apa lagi tidak genap 5 waktu, maka bisa dipastikan tempat masjid/mushala itu gagal dalam membina jama’ahnya dan berpotensi tidak banyak pengaruhnya dalam membina rohani, kecerdasan, keilmuan, serta kesejahteraan lingkungannya.

Jadi idealnya masjid harus mampu memiliki minimal :
  1. Takmir/Susunan Pengurus
  2. Agenda kegiatan
  3. Peta Dakwah
  4. Badan otonom Pengelolaan Zakat, Infaq, Sodaqoh, Wakaf dll. 
Jika kita amati secara umum di lingkungan kita bagaimana masjid/mushal-mushala itu di kelola dari fisik bangunan dan isi kegiatan rohani dan sosialnya.? Andalah yang bisa menemukan jawabanya. Sebab anda ikut bertanggungjawab dalam pengelolaanya minimal secara moral.

Sukur secara fisik juga terlibat, sebab hal ini akan berpengaruh dan berlanjut pada keberlangsungan tongkat estafet secara keseluruhan dari bangunan masjid/mushala itu dan tanggungjwabanya pada generasi berikutnya.

Berjalanya pergantian tanggungjawab memakmurkan/pengelolaan masjid/mushala tidak bisa dianggap remeh apalagi menganggap tidak penting, keberlangsungan pergantian tanggungjawab ini adalah bagian dari sunatullah/hukum alam yang pasti terjadi.

Dan idealnya tidak mungkin berjalan secara alamiah, sebab transformasi ilmu dan peranan ini tidak akan lahir bak jamur di musim hujan. Tapi semua itu harus direncanakan, disosialisasikan, disiapkan, disaranakan dan seterusnya sampai proses pendewasaan.

Dan selanjutnya kemampuan memahami peranya sebagai bagian dari jama’ah masjid/mushala berkembang menjadi tanggungjawab meneruskan tongkat estafet kepengurusan dalam memakmurkan masjid/mushalanya.

Jadi apa sebenarnya manfaat yang harus ditimbulkan oleh masjid/mushala pada jama’ah atau masyarakat sekitarnya? Dalam catatan sejarah dimana Nabi Muhammad saw kali pertama sebelum membangun masjid, Rasulullah SAW membangun terlebih dahulu bangunan keilmuan secara komprehensif/menyeluruh kepada para sahabatnya dalam bebagai ilmu.

Hal ini sangat penting sebagai dasar/pondasi atas bangunan yang secara fisik nantinya akan di bangun kali pertama. Seperti kita pahami bahwa sejak zaman Rasulullah Muhamad SAW, masjid bukan hanya tempat ibadah tetapi merupakan pusat kegiatan berdimensi luas.

Ketika Rasulullah Saw dan para sahabatnya Hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau singgah di suatu tempat yang dikenal dengan Quba. Disinilah Rasulullah membangun sebuah Masjid yang diberi nama Masjid Quba. Begitu juga ketika sampai di Madinah Rasulullah membangun Masjid Nabawi. Ini semua menunjukan bahwa Masjid memiki kedudukan yang sangat penting bagi kaum muslimin.

Di zaman Rasulullah Saw, Masjid menjadi sarana untuk memperkokoh iman para sahabatnya. Disamping itu, Masjid juga digunakan sebagai sarana peribadatan dan tempat mengkaji ajaran Islam. Allah berfirman :

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا الله َ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ . 

Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan Shalat, menunaikan Zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk (QS: At-Taubah: 18).

Rasulullah saw menjadikan Masjid sebagai sentral ilmu pengetahuan. Dari Masjidlah Rasulullah membina masyarakat baru Madinah. Ahlu Suffah adalah mereka yang banyak mengambil manfaat dari ajaran Rasulullah. 

Disamping mereka tinggal dibagian belakang masjid mereka juga sangat tekun menghafal hadist-hadist Rasullah Saw. Abu Hurairah adalah salah seorang dari ratusan Ahli Shuffah yang banyak meriwayat hadis dibandingkan sahabat lainya.

Tradisi menjadikan Masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan ini diteruskan oleh para Ulama Muslimin dalam mengembangkan Risalah Islam setelah wafatnya Rasulullah Saw. Dan bagaimana dengan masjid/mushala dilingkungan kita, apakah demikian?

Di era modern sekarang ini kita harus mampu memerankan dan memakmurkan Masjid. Memakmurkan Masjid mempunyai dua pengertian. Hissi dan maknawi. Hissi berarti membangun Masjid secara fisik, membersihkanya, melengkapi sarana wudhuk dan yang lainya.

Sedangkan memakmurkan Masjid secara Maknawi adalah meramaikan Masjid dengan shalat berjama`ah, membaca al-quran, i`tikaf, dan ibadah lainya.

Dan yang tidak kalah penting adalah menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan dan pengembangan masyarakat. Dan disamping itu kita harus bisa memposisikan Masjid sebagai wadah pemersatu kaum muslimin. Menghidupkan kembali peranan Masjid dengan segala macam aktivitas yang telah kita paparkan diatas yang telah terbukti membawa kaum muslim pada puncak peradaban besar.

Firman Allah SWT
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (QS. AI Baqarah : 245)

Sabda Rasulullah Muhammad SAW
“Barang siapa yang telah membangunkan sebuah masjid, yang sengaja mencari keridhaan Allah, nanti Allah buatkan pula untuknya sebuah rumah di dalam syurga”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikian, yang menurut hemat kami bisa menjadi catatan penting untuk menggugah hati kita, utamanya hati dan semangat kami pribadi sebagai penyusun tulisan ini, semoga Allah melimpahkan Rahmta, Hidayah serta Taufiqnya kepada kita dan selebihnya Wallahu’alam bi showab. (ies)

Selasa, 17 September 2013

Tips, Agar Remaja Muslim Suka Aktivitas Keagamaan

Desain Grafis : Imam ES


Assalamu'alaikum....
 
Gaya hidup "dari sebagian remaja/pemuda muslim", ahir-ahir ini sangat memperihatinkan, terutama dalam aktivitas kegamaan dan kecintaannya pada masjid atau mushala. 
 
Coba kita bertanya pada diri sendiri, berapa banyak pemuda muslim yang mengunjungi masjid guna menunaikan sholat fardhu dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya. Dan berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji dan menghafalkan kitabullah. Serta berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji ilmu agama. 

Sebagian dari mereka lebih senang menghabiskan waktu luangnya dengan mengujungi tempat-tempat hiburan atau sekedar untuk bermain. Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pergi ke tempat hiburan tentu mengeluarkan biaya. 
 
Namun untuk pergi ke masjid atau mushala yang ada didekat kita, kita tidak usah mengeluarkan uang sepeserpun. Ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masjid sangat bermanfaat dan berpahala.

Kita ambil satu contoh pertanyaan, misalnya pertanyaan mengenai sirah atau sejarah Nabi dan Sahabatnya. Bisa jadi hal itu sulit dijawab atau dijawab tapi tidak yakin atas pengetahuanya.

Dari satu pertanyaan tersebut, kita jadi ingat bahwa dulu waktu di bangku sekolah kita sudah di ajarkan dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan disuruh pula menghafalkanya. 
 
Kini, pelajaran Sejarah Islam bisa jadi kalah menariknya dengan pelajaran umum lainya. Maka tidak heran jika waktu kita tanya kepada sebagian remaja muslim “Siapa Istri Nabi Muhammada saw itu"?,
 
Satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan benar atau meyakinkan tersebut, tentu belum bisa kita jadikan sebuah kesimpulan bahwa remaja muslim disebuah lingkungan tertentu minim pengetahuan sejarah Islam.
 
Namun setidaknya bisa menjadi salah satu sampel atau indikator bahwa, ada realita minus pengetahuan ke Islaman dikalangan anak remaja atau pemuda.

Subhanallah, tapi kita tidak perlu berkecil hati dan berburuk sangka. Memang sesuai pesan Rasulullah bahwa  "janganlah membenci mereka, karena maklum mereka belum mengetahui". 

Selain itu, perilaku atau budaya dikalangan sebagian remaja muslim saat ini juga sudah mulai tergerus dengan kebiasaan yang baru. Sebut saja kebiasaan baru di acarapergantian tahun baru, sebagian remaja merayakannya dengan suka cita, mulai dari begadang, konvoi atau pesta minuman keras dan narkoba.
 
Sebaliknya, coba kita lihat saat momentum tanggal 1 Muharram sebagai tanda pergantian tahun Hijriyah yang syarat dengan sejarah dan pesan-pesan moral keagaman ini. Apakah masjid dan mushala ramai dengan ragam aktivitas yang positif?.
 
Kita tahu bahwa tahun baru Hijriyah, memiliki sejarah hijranya perjuangan Nabi dalam menegakan agama Islam. Harapan kita minimal, dimoment yang sama, remaja memiliki rasa kepedulian dan cinta akan Rasulnya, yakni tidak hanya sebatas pada bentuk perayaanya saja namun pada hikmah dan kepribadian hidupnya.
 
Menurut kami, remaja muslim dapat mengambil moment itu. Bukan hanya sebatas diperingati diacara ceremonial saja, namun juga sebagai sebuah ibrah yang harus kita amalkan pada setiap individu remaja muslim.

Kemudian, jika kita lontarkan pertanyaan berikutnya tentang menyebutkan 10 nama selebritis, lalu coba kita lontarkan juga untuk menyebutkan 10 saja nama Nabi/Rasul. Bisa jadi, dengan 10 nama selebritis mereka hafal, namun 10 nama nabi/Rasul dari 25 saja bisa tidak tahu.

Dengan demikian,  jika nama Nabi/Rasul saja tidak hafal, lalu bagaimana sejarahnya? he..he....
 
santai saja mas brow....yang nulis aja juga belum tentu hafal....ha..ha....? ha..ha...maaf bercanda...mas brow.

Jadi bagaimana pendapat anda mengenai ini? Lalu apakah remaja atau pemuda dilingkungan kita akan terus berada dalam kondisi yang demikian. Dari sedikit gambaran di atas, kami mememiliki pendapat dan saran yang mungkin bisa kita coba in sya Allah.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan :

1. Dekati mereka dengan senyum dan persahabatan.
2. Jangan menjaga jarak, apalagi mencibir atau merendahkan mereka.
3. Mereka adalah saudara-saudara kita yang sama-sama butuh siraman rohani.
4. Perlu suasana dan ruang (wadah) yang memadai untuk berdialog/bercengkerama
5. Jangan terburu-buru menjastifikasi/memfonis, bahwa mereka keliru/salah
6. Sapalah mereka,
7. Kabari mereka tentang kebaikan,
8. Monitoring,
9. Aktifitas yang menarik dan inovatif/aksi nyata
10. Yang tua/senior harus mampu memahami mereka dengan hati.

Demikian beberapa catatan kecil perihal sebagian aktifitas adik-adik kita yang perlu dihadapi dengan bijak, agar adik-adik tetap bisa beraktivfitas di pengajian dan cinta masjid/mushala. Dan sebagai remaja muslim yang penuh dengan aktifitas lain seperti pada umumnya.

Semoga sukses, dan ini pepatah yang mungkin biaa menjadi pemacu kita.
"Siapa yang menguasai pemuda, Ia berarti menguasai Bangsa"...katanya...he..he...
 
Wassalam.

Rabu, 28 Agustus 2013

Puisi : Setitik Debu

    
Bola jagat raya meluas tanpa tepi,
Nun jauh disana mata alam pikiranku terbentur batas.
Sisi ruangan itu membuat samudra tak bertepi
Seluas ruang hampa milik-Nya,

Kuasaku,
Jabatanku,
kehebatanku,
Derajatku,

Kepandaianku,
Kesombonganku,
Keangkuhanku
Simpatiku,

Keserakahanku,
Ambisiku,
Hartaku,
Ragaku,

Cintaku,
Kasihku,
Saudaraku
Bangsaku,

Lautku
Airku
Apiku
Tanah, sawah ladangku

Tulisanku,
Ide gagasanku,
Primordialismeku
Setatus Quoku

Ngeyelku
Bantahanku
Tundukku
Patuhku

Senyumku
Tangisku
Sukaku
Sedihku

Mataku,
Telingaku
Tanganku,
Kakiku,

Dan segala yang ada padaku hanyalah setitik debu.
           
Edisi dzikir Imam Edi Siswanto/28/8/2013


'Berjalan di Langit'


Dua Belas masa berjalan jauh,
Berusaha untuk,
Bertahan untuk,
berdiri untuk, …..

dan memakan,............
waktu untuk,
pikiran untuk, 
tenaga untuk, 
kepercayaan untuk, 
harga diri untuk, 
dan biaya untuk. 

Dalam rumah itu ada banyak cita-cita yang terpaku di setiap dinding-dinding temboknya, Sesering itu cita-citanya ada yang tertutup debu, ada yang terbuka tapi tertutup kain lusuh.

Dari jauh suara tapak kaki yang ringan mulai memasuki halaman rumah itu ditemani debu-debu yang menari riang di sepatu coklatnya. Mukanya tampak menyiratkan kegelisahan yang tertulis dari keringat menempel di baju putihnya.

Tanganya melemas terbebani kertas dalam tas hitamnya, lalu diketuklah pintu rumahnya “Assalamu’alaikum, suasana rumahnya sepi, tak seramai alam pikirannya. Dan ia-pun mengambil kunci rumah dan membukanya, berjalan masuk dan melepas sepatunya disudut ruang tamu.

Tas hitamnya masih menggelantung di badanya dan Ia-pun duduk dan merebahkan badanya pada kursi kesayanganya, kursi putar berwarna biru.

“aaahh” Ia menguap dan kakinya terjulur tanpa gerakan yang pasti, matanya menerawangi langit-langit, tanganya pun membuka dan menutup genggamanya. Sepertinya, siratan hari ini terlukis dibenak langit-langit alam pikiranya.

Tak lama ia kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, dibasuhlah muka dan kakinya. Handuk yang tergelantung di jemuranpun menyapanya untuk membuang kepenatan-kepenatan dirinya.

Berdirilah ia menunaikan shalat ‘ashar diwaktu yang tersisa, do’a-do’anya dilantunkan dengan bibir yang bergetar, bunga-bunga doanya mengisi sesak ruang sholatnya. Sekuat ia berdo’a, seteguh ia berharap Rahmat-Nya dibuka untuknya.

Mungkin rumahnya tak kuasa menahan beban berat do’anya yang terlalu padat disisi-sisi ruang rumahnya. Dan tanganya melemah seiring akhir doa’nya di sore hari. Yang kudengar hanya sebaris kata yang pendek tapi penuh denga jiwa kepasrahan kepada Yang Maha Tinggi dan Ia menutup do’anya dengan lafadz ”Aamiin”

Sesaat ku lihat ia mengambil pena dan secarik kertas bekas foto copi undangan di atas meja dan tidak lama ia-pun menaruh di dompetnya. Hanya Allah yang tahu, apa yang ditulis di kertas itu, apa isi coretan dan untuk apa ia menyimpannya.

Lalu ia membuka buku kecil di sela-sela rak bukunya yang minimalis, dibukanya pelan-pelan tiap lembar namun tidak nampak ia menemukan isinya dan kembali ia menaruh buku kecil itu.

Buku yang sedikit besar dan tebal ia ambil persis disebelah buku kecil tadi. Karena memang sedikit koleksi bukunya dan buku-buku yang ada-pun itu adalah bekas disaat ia dulu berkuliah.

Ia mulai sedikit memperhatikan isi buku itu, mungkin ia teringat akan tulisan dibuku itu dua belas tahun lalu. Tapi hanya sebentar ia membaca buku itu dan kembali ia menaruhnya dengan tanpa harapan di atas meja kecilnya. Ku lihat judul buku itu “ Berjalan Di Langit “ karya “orang biasa”

Imam Edi Siswanto/29/8/2013

Minggu, 25 Agustus 2013

Juguran Neng Risban (Ngapak Banyumasan)


Lagi medang krungu ana wong pesen wedang neng warung pojok desaku, “Mba…..Jaesune ya siji, aja kakean susune, aku ra seneng legi!,  “njiha mas” jawabe si bakul. Aku dewek ya anu lagi karo nyruput jaesu sing wis mulaih adem, tek gatek-gatekna wong sing pesen miki lagi nyleretna sleting jaket karo arep njagong neng risban, tapi esih ewuh alias rikuh.

Teriring suara musik dangdut mandan kepenak, liyer-liyer campur mambu gorengan sing lagi di masak neng warung kue. Bawang brambang karo muncang di uleg-uleg neng njerone glepung sing wis kaya adonan wong arep gawe roti. Ma’ sreng kukuse sekang waja kemebul kaya kukus wedus gembel gunung merapi.

Ndadekna suasana warung tambah rame, ketambahan bocah lan wong mulai pada teka pesen pirang-pirang panganan gorengan. Ana gedang goreng, tahu aci, mendoan, tahu brontak kopi, jes susu, soda susu lan susu tok. Adem bisa panas bisa pokoke warung pojok kiye kumplit se kumpli-kumplite ala warung pojok desaku neng sejerone malam minggu-an.

Balik maning cerita mau aku dewek wis munggah mangan 'dang goreng' ping telune. Karo basa-basi mangga mas pinarak mriki, niki risban senajan kados niki tapi jean penak jagongane pa maning karo medang he..he. “Njih mas” jawabe wong mau.

Aku esih karo klenyam-klenyem mangan gedang goreng sing buket tapi mandan atos, apa maning glepunge sing neng pinggir, wis pokoke mung tek kleteki tok kaya arep mangan roti jebolan supermarket sing bungkuse seret pisan..he..he.

Wong mau wis njagong karo mandan mesem-mesem tapi isin, dadi aku ya basa-basi maning. Saking pundi napa bade tindak pundi mas. ”Oh, kula saking mriki mawon, sekalian klintung niki la, mumpung terang. Snajan mpun tua ningen ya pengin jagongan kaya jamane nom biyen” jawabe. Terus tek sauri..oh njih mangga. 

Aku dadi mulaih Mandan mikir tapi ya ora serius banget, wong ditakoni sekang ngendi, malah saking mriki mawon besanu wong pendatang apa ya. la ra penting, sing penting tek terusnane medange jaesu. 

Menyat karo ngencengna katok, aku pesen wedang maning. Yu mbekayu kye di jog maning la, wis adem jasune ko. Tapi tek deleng bakule kayane ora krungu sibuk nggoreng apa mbuh kae. Ahire tek jajal maning Yu..yu kye di jogi maning ya !. Bakule nylinguk karo mandan bingung. “Pripun mas” jawabe Mbekayune. Kiye di jog maning ko. ”Oh njih" semaure bakule. Aku ya semaur yaa suwun.

Karo njagong maning, basa basi aku nyletuk gawe topik sing ndean mandan cocok go dopokan malam mingguan. Mergane bakule wis mandan ngantuk mulane tek undang mau ora krungu.

Gye yu !, omonganku mandan seru karo narik sikil tengen jegang. Bakule ora njawab mung nlylinguk tok. Aku ngomong maning, gye yu ! kira-kira ana apa ora ya, presiden njagong neng nduwur risban.

Bakule ngguyu karo ngomong ”alaah !, ana-ana bae, masa presiden njagong neng risban ya ngko bokonge gatel,,,ha..ha..presiden ya neng sofa empuk mas la”.

Aku semaur apa iya.Ya iya lah” bakule semaur cepet pisan. La terus nek siki kursine wis sofa empuk udu risban tapi bokonge gatel kenang apa kue yu. Ha..ha bakule ngguyu maning malah tambah kenceng kanti keton untune.

Nek gatel ya berarti kursine anu akeh tinggine kue" jere bakul jaesu. La apa risban kiye ra ana tinggine yu, aku takon maning. "Ya ora, mbok mas..e lenggah neng kono penak bae mbok ra clekat-clekit dicakoti tinggi"  bakule semaur maning.

Agi guyon karo bakule sing wis mulai ilang ngantuke, jebule wong lanang mau melu mesem-mesem. Dadi ya sisan tek jek kandah sisan, mbok leres nggih mas nek kursi empuk karo sing ora sekelase risban kiye mesti bebas saking tinggi nggih. 

Wonge njawab karongguyu. "he..he kados tah leres niku, bilih kursi apik kalih sing biasa niku boten jaminan boten wonten tinggine. Sing penting kursi niku dirumat, la nek boten de rumat napa mawon sing jenenge tinggi niku ya mesti nyakot. Napa malih sing nglenggaih niku getieh tiang duwur-duwur mangane bergizi, ya tinggine mesti betah pisan…ha..ha….”..kompak wong sewarung guyon kabeh

“Asem jere, jebul kye wong kandaeh mandan intelektual dadi tambah penasaran lho. Ora suwe, wis lagi mulaih gayeng wong mau menyat karo pamit. Nuwun sewu kula krihin njih” tek jawab, lho pripun wong teksih sonten ko. Terose bade malem mingguan mas.

Njih ngapunten, kula wonten perlu niki wonten sms, saking bojo kula. Sekalian kula bade niliki kursi kula sing tembe tumbas, anu dereng kula jajal mbok wonten tinggine pareng”.

Oh njih mangga-manga maturnuwun. ha..ha…..asem jere, kye wong teyeng bae gawe plesetan, besyanu esih tunggale tukul..he..he.(ies)
 
                                                                                Imam Edi Siswanto/25 Agustus 2013
                                                                                            Wong Banyumas Asli

Sabtu, 24 Agustus 2013

Bergelut Dengan Ide yang Luar Biasa

Desain Grafis : Imam ES

Ide dalam bahasa kamus bebas pikiranku adalah sederet gagasan yang tertuang dalam akal pikiran manusia. Yang berawal dari hati hati yang bersih, fikiran, panca indera, pengalaman atau bahkan mimpi yang seterusnya direkonstruksi dalam sebuah pengorganisasian yang tersetruktur

Dan itulah yang insya Allah disebut Hidayah, salah satunya, adalah bagaimana ide itu bisa terorganisasi dan mewujud. Pertanyaanya selalu "apa ia", "apa bisa", "bagaimana", dan "siapa" serta "manfaat dan kerugiannya".

Namanya saja ide yang luar biasa tentunya diluar kebiasaan dan diluar ide yang datar-datar saja. Jika itu "ide" yang luar biasa, pasti banyak orang/kelompok yang tidak setuju, mencibir, menyangsikan atau bahkan memusuhi.

Akal sehat kita tentu selalu bertanya jika ada sesuatu yang diluar kebiasaan. Sebab kita terbiasa dari yang sudah terbiasa kita lakukan di dukung dengan lingkungan kita yang sudah sepakat dengan adat/kebiasaan yang terpola.

Jadi untuk bisa memiliki ide yang luar biasa, seyogyanya kita harus keluar dari hal-hal yang biasa-biasa saja.

Terlepas dari salah, benar atau baik dan buruknya sebuah ide itu tergantung hukum dan kebiasaan yang berlaku. Tapi lagi-lagi ini ide luar biasa, maka yang namanya sesuatu yang luar biasa ya...seperti yang kita tahu.....he..he...

Dan saya tidak akan mendefinisikan apa itu ide luar biasa. Menurutku definisi ide luar biasa itu  bukan persoalan pokok kita dalam mencari ide dan mewujudkanya. Dan bukan ide luar biasa yang saya maksud adalah bukan tidak lazim atau tidak lumrah diluar tatanan kehidupan manusia yang beragama.

Yang penting ide itu baik, bagus dan memiliki manfaat yang lebih baik untuk kemaslahatan manusia. Jadi ide itu tidak menjadi masalah sepanjang akal sehat dan hati kita masih dituntun dan dibimbing oleh Allah SWT, bukan dikendalikan oleh hawa nafsu.

Coba kita cari ide yang luar biasa....atau lari dari yang biasa..! apa bisa, apa mampu...jawaban saya sepakat "bisa". Sebagai contoh...ide luar biasa tentang menjual air dalam kemasan gelas plastik atau yang lebih kita kenal air mineral gelas.

Kita tahu..disekitar kita air itu melimpah dan mengalir sepanjang waktu. Dan bagi kita yang berpikiran biasa, ya biasa saja, tapi bagi yang berpikir diluar kebiasaan air itu adalah bak emas permata yang terbuka bebas,... Subhanallah.

Kembali ke soal ide yang luar biasa adalah ide manusia yang sangat hebat, yang hanya bisa diterima oleh mereka-mereka yang bisa dan mau berfikir serta menelaah dengan sehat dan penalaran yang  kongkrit.

Dan tidak perlu khawatir jika pada masanya nanti sebenarnya ide yang luar biasa akan menjumpai masa dan waktunya.

Sebagai bukti adalah para penemu-penemu yang hebat sepanjang masa, seperti :

Nama-Nama Penemu di Dunia
  1. Penemu Balon karet Adalah Josep dan J. Montgolfier
  2. Penemu Ban karet Adalah Charles Goodyear
  3. Penemu Barometer Adalah Evangelista, Torricelli
  4. Penemu Dinamit Adalah Alfred Nobel
  5. Penemu Lensa kaca mata Adalah Benyamin Franklin
  6. Penemu Mesin hitung Adalah Blaise Pascal
  7. Penemu Mobil Adalah Gottlich Daimler
  8. Penemu Motor Adalah Nikola Tesla
  9. Penemu Tank Adalah Sir Ernest Swinton
  10. Penemu Traktor Adalah Benyamin Holt
  11. Penemu Tangga jalan Adalah Elis G. Otis
  12. Penemu Kawat pijar Adalah Irving Langmuir
  13. Penemu Mesin uap Adalah James Watt
  14. Penemu Mesin 4 tak Adalah Nicolaus Otto
  15. Penemu Mesin diesel Adalah Rudolf Diesel
  16. Penemu Mesin cetak Adalah Johannes Guttenberg
  17. Penemu Mesin ketik Adalah Christopher Sholes
  18. Penemu Radio Adalah C. Marconi Berasal
  19. Penemu Televisi Adalah J.L. Baird dan C.F. Jenkins
  20. Penemu Telegrap Adalah Samuel F.B. Morse
  21. Penemu Telepon Adalah Alexander Graham Bell
  22. Penemu Dinamo Adalah Michael Faraday
  23. Penemu Elektromagnet Adalah Williarn Sturgeon
  24. Penemu Bola lampu Adalah Thomas Alva Edison
  25. Penemu Proyektor film Adalah Thomas Alva Edison
  26. Penemu Piringan hitam Adalah Alexander Graham Bell
  27. Penemu Batu baterai Adalah Volta
  28. Penemu Termometer Adalahhi Galileo Galilei
  29. Penemu Korek api Adalah Robert Boyle, John Walker
  30. Penemu Kapal api Adalah Robert Fulton
  31. Penemu Kapal selam Adalah Cornelius van Drebbel
  32. Penemu Sinar Rontgen Adalah Wilhelm Conrad Rontgen
  33. Penemu Stetoskop Adalah Rene Laennec
  34. Penemu Lensa Adalah Anthony Van Leuwenhook
  35. Penemu Mikroskop Adalah Zacharias Janssen
  36. Penemu Teleskop Adalah H. Lippershey
  37. Penemu Kamera Adalah Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land
  38. Penemu Pesawat terbang Adalah Wilbur dan 0. Wright
  39. Penemu Kereta api Adalah Murdocks
  40. Penemu Sepeda Adalah Civrac
  41. Penemu Balon terbang Adalah Sir F. Wttle
Sumber :
http://www.bloggersbugis.com/2013/07/daftar-nama-nama-penemu-di-dunia.html

#1 Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Kecintaan Anak terhadap Masjid

Belajar ilmu agama secara konsisten sekaligus salah satu upaya memakmurkan mushala di kampung. (Foto: Imam Edi Siswanto) #1 Peran Keluarga d...