Jumat, 10 April 2020

Pengajian Online: Kenapa Allah Perintahkan Jaga Diri dan Keluarga Dari Api Neraka?


Ilustrasi foto keluarga (Desain Grafis: Imam ES)
Allah dalam kitabNya al Quran begitu sayang kepada orang-orang yang beriman, sehingga kita diperintahkan untuk selalu berusaha menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Untuk itu, memasuki pekan ke empat pada masa tanggap darurat pandemi virus Covid-19, marilah kita tetap senantiasa memuji syukur atas segala limpahan Rahmat, Hidayah dan InayahNYA kepada kita.

Masih dengan pengajian online, materi kali ini kami sampaikan tentang firman Allah dalam surat at Tahrim ayat 6 tentang perintah Allah kepada kita untuk memelihara atau menjaga diri dan keluarga dari segala yang menjerumuskan manusia ke api neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66 : 6)

Dalam ayat tersebut Allah telah memperingatkan sekaligus memerintahkan kepada orang yang beriman untuk menjaga/memelihara dirimu dari api neraka dan menjaga/memelihara keluargamu juga dari api neraka.


Diawali dengan memelihara keimanan diri sendiri, Allah menyuruh kita agar selalu terjaga dan memelihara diri dari segala godaan syetan yang terkutuk. Maksud dari memelihara adalah agar senantiasa aktif dalam hati, fikiran dan amal perbuatan kita agar jangan sampai tergelincir atau mungkin malah terseret hawa nafsu bisikan setan dalam segala hal.

Iman sebagai pondasi paling dasar harus tetap terjaga dan terhunjam dengan kuat agar selalu kokoh dan tidak goyah. Sebab iman akan membawa kita kepada perkataan dan perbuatan yang benar dan lurus.

Sebelum kita menjaga keluarga kita, langkah awalnya adalah menjaga diri, kemudian baru menjaga dan memelihara keluarga kita. Jika setiap insan mampu menjaga diri tentunya kita akan mampu menjaga keluarganya. Namun sebaliknya jiki kita lemah dan rapuh, bagaimana kita bisa mampu menuntun, mengingatkan, membimbing dan memlihara keluarga kita.?

Dan sekiranya, setiap keluarga sadar untuk selalu berusaha dengan istiqomah dan terus menerus membina keluarganya untuk selalu mentaati perintah-perintah dan larangan-larangan Allah SWT serta Rasulnya, insya Allah dan pasti Allah menjamin terwujudnya keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah, selamat di dunia dan akherat.Aamiin. (ies)

#Pengajian Online #Jaga Diri #Jaga Keluarga #Tinggal di Rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Foto Rapat Kerja (Raker) PD IPARI Purbalingga

    Rapat Kerja (Raker) PD IPARI Purbalingga, Anrawina Owabong, Kamis (22/2/2024)  (FOTO: Imam Edi Siswanto) Berikut Rapat Komisi/Bidang dan...